Biarlah Sawarna tetap tersembunyi

Waktu 2 hari, memang tidak cukup untuk melihat seluruh keindahan Desa Sawarna yang saat ini sudah mulai menggeliat karena wisatanya.  Kedatangan para turis, sepertinya sudah mulai sedikit merubah wajah desa terpencil tersebut. Terbukti dengan banyaknya usaha-usaha penggergajian kayu untuk pembuatan , kursi, meja, dsb. Kondisi ini sudah pasti akan memberi tekanan terhadap ekosistem hutan yang ada di kawasan tersebut.

Bunyi suara mesin gergaji sayup-sayup terdengar dari kejauhan, menunjukan sudah mulai banyaknya pohon-pohon yang ditebangi, yang notabene ini adalah kawasan hutan. Kedatangan turis, dipastikan, cepat atau lambat akan menghancurkan desa Sawarna jika tidak dikelola dengan arif dan bijaksana.  Seluruh penduduk dan perangkat desa, perlu duduk bersama untuk mendiskusikan bagaimana mengembangkan daerahnya, tanpa harus merusak keindahan alam dan ekosistem di daerahnya.

Saran saya untuk penduduk Desa Sarwana, biarlah Sawarna tetap menjadi Paradise yang tetap hiden,   jagalah  keindahannya, pelihara dan perhatikan kondisi lingkungan serta dan ekosistem yang ada. Sehingga keindahan ini akan tetap dapat dikagumi oleh para penikmat keindahan alam, dan informasi ini akan terus mendengung ke seluruh dunia maya. Sehingga mereka akan tetap berbondong-bondong datang, dengan tanpa mengorbankan keberadaaan desa dan keindahan alamnya, sebagai Hidden Paradise.

Baca juga yang ini:

Sawarna (26-27 Juni 2010)

  1. Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna
  2. Dari Bayah ke Sawarna
  3. Tanjung Layar
  4. Goa Lalay
  5. Biarlah Sawarna tetep tersembunyi
  6. Perjalanan menuju Sawarna

6 responses to “Biarlah Sawarna tetap tersembunyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: