Killing Time

06/04/2010 

Dalam sebuah e-mail, sebuah penerbangan meminta maaf, bahwa penerbangan dari Kuala Lumpur ke Chengdu yang rencananya berangkat pkl 09.00 diundur menjadi pkl 18.00. Sebenarnya perubahan jadwal ini adalah yang kedua kali, setelah sebelumnya rencana pemberangkatan tanggal 8 April. Tetapi si AA ini memberi pilihan kepada penumpangnya untuk merubah jadwal ataukah uangnya dikembalikan.

Kebetulan saya sendiri memang maunya pemberangkatan lebih awal, sehingga adanya perubahan jadwal tersebut sangat menguntungkan, klop dengan rencana awal saya, menjadi tanggal 6 April.

Terus terang perubahan yang kedua kali ini, cukup mengganggu rencana yang sudah  di susun sebelumnya. Rencana berangkat jam 09.00 menjadi lebih banyak waktu terbuang di Kuala Lumpur. Belum lagi, kalau berangkat pkl 18.00 berarti sampai di Cengdu sekitar pkl 23.00. Tidak bagus, untuk saya yang baru pertama kali datang di negeri orang.

Tetapi apa boleh buat., justru di sinilah seninya menjadi backpacker, harus dinikmati. Sisa waktu yang cukup panjang, membuat saya harus mengeluarkan uang ekstra lagi. Meskipun lebih murah dari Singapura, tetap saja harus mengeluarkan uang yang sebelumnya tidak dianggarkan.

Kalau sudah berada di negeri orang, pantangan cuma duduk-duduk di bandara, dan camera juga jangan pernah dianggurin. Untuk mengisi kekosongan, saya ke Menara Kembar. Jika dulu, tidak sempat naik sampai di menaranya, ternyata kali ini pun tidak sempat juga he he he … Begitu melihat orang banyak yang mengantri. Enggak dech … kapan-kapan aja. Aneh juga, yang mengantri ternyata bukan saja turis Asia, tetapi juga bule-bule. Lah, bukannya di Negara mereka, banyak gedung-gedung jangkung?.

Pemandangan di belakang twin tower pun sangat menarik. Pantaslah kalau twin tower menjadi kebanggaan masyarakat Malaysia, karena lingkungannya pun asri dan nyaman.

Terlihat ada beberapa backpacker bule, yang terlihat sudah nenek-nenek  dan kakek-kakek. Salut. Jalannya itu loh, luar biasa, gagahnya. Wajahnya, nampak sangat bersemangat. 

Jadi terobsesi, jika sudah berumur nanti, tetap menjadi backpacker. Jangan sampai di hari tua justru diisi dengan sesuatu yang tidak berguna, tidak ada kegiatan apapun, seolah-olah hanya menanti “panggilan-Nya”.

Bersambung


One response to “Killing Time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: