Mampir di Singapura

05-04-10

Hanya kebetulan saja, jika backpacking kali ini harus mampir dulu di Singapura. Maunya sih langsung ke Kuala Lumpur. Bukan apa-apa, karena biaya hidup, makan, minum, penginapan dan transportasi, di sini terbilang cukup mahal. Paling nggak, dibandingkan dengan negara-negara Asean lainnya, seperti Malaysia dan Thailand. Padahal tujuan utama saya adalah Chengdu, China.

Lalu kenapa harus mampir di Singapura? Ceritanya begini, kebetulan beberapa bulan yang lalu ada penawaran  promo ke e-mail saya, dari sebuah maskapai penerbangan, yang terkenal dengan tagnya, “Semua orang bisa terbang”,  untuk destinasi Singapura dari Jakarta. Gimana nggak baik, kalau dia bisa kasih gratis begitu hehehe. Makanya, karena gratis itulah, saya booking, selanjutnya dari Singapura ke Kualalumpur, rencananya saya akan menggunakan bis malam.

Jadi, keberadaan saya di Singapura ini harus benar-benar dihemat, namanya juga numpang lewat. Sehingga tidak terlalu banyak tempat yang saya kunjungi, karena tahun lalu juga sudah pernah saya ubek-ubek Singapura. Jadi kali ini backpacking saya di Singapura cukup jalan-jalan aja di Merlion Park dan Orchard Road.  Kegiatannya pun cuma foto-foto di landmarknya Singapura. Walaupun nggak jajan, yang penting bisa narsis, punya bahan untuk upload foto dan update status facebook, “Gue lagi ada di Singapura loh …” he he he.  Buset! Cuma di Singapura aja bangga … norak pisan  …

Sehemat-hematnya di Singapura, ternyata tetap saja menguras isi dompet, apalagi ketika melewati terowongan penyeberangan di Orchard road, tepatnya  antara Lucky Plaza – iSetan. Istri saya rupanya enggak nahan, ketika melewati sebuah toko yang menjual pakaian, dengan diskon hingga 50%. “Hmmm …murah banget”, kata dia. Akhirnya beli juga beberapa potong pakaian yang terbuat dari bahan katun.

Setelah membayar, akhirnya sadar atas kesalahan tersebut, tujuan perjalanan ini adalah backpacking, bukan shopping, dan Singapura adalah baru tempat pertama yang saya kunjungi, banyak tempat yang rencananya akan dikunjungi, jadi harus segera kembali ke track.

***

Dari Orchard Road ke Merlion Park, tidak begitu jauh, jadi sambil melihat pemandangan kota di malam hari yang aduhai, kami susuri jalan-jalan di Negara kota itu. Tidak ada perubahan, sama seperti setahun yang lalu, tetap cantik. Sang Singa tetap saja masih menyemburkan airnya, dengan hiasan lampu-lampu yang meriah. Yang berbeda,  di depannya dari kejauhan ada empat buah bangunan baru, di mana di bagian paling atas, nangkring bangunan berbentuk seperti kapal laut berukuran besar yang menghubungkan keempat bangunan tersebut. Entah berfungsi sebagai kapal betulan? Ataukah hanya aksesoris pemanis kota, mengingat Singapur adalah Negara yang sangat kecil yang dikelilingi oleh lautan. Atau cuma bangunan biasa yang berbentuk kapal?  Bisa jadi, kapal betulan. Mungkin maksudnya, kalau ada bencana  tsunami, maka kapal itulah yang akan digunakan sebagai penolong. Sebuah ide yang bagus, pikir saya.

Waktu menunjukan pkl 20.00, perjalanan selanjutnya pun dimulai,  dengan tujuan terminal bis Golden Mile Complex (GMC), yaitu dengan menggunakan Bis No. 100. GMC ini sendiri tidak tercatat di dalam map yang saya peroleh di bandara Changi. Jadi, harus rajin-rajin nanya dengan sopirnya.  Patokan saya adalah 6 kali melewati halte bis. Ya, 6 kali, kata seorang India yang kebetulan saya tanyakan di sebuah halte di seberang jalan Merlion Park.  Tempat ini sendiri, sesungguhnya bukanlah terminal, sebagaimana lazimnya terminal. Hanyalah sebuah kompleks perbelanjaan yang sepertinya didominasi oleh orang-orang Thailand. Sebagian besar nama toko, tertulis dalam bahasa Thailand. Di mana bagian depannya ada beberapa biro perjalanan / agen bis. Bisnya sendiri, terparkir di jalan raya, depan komplek tersebut.

Saya memilih biro perjalanan nomor 2 dari kiri. Cukup murah, tujuan Singapur – Kuala Lumpur, hanya $Sin 25, untuk pemberangkatan pkl 24.00 waktu Singapore.

Mengapa harus berangkat jam 24.00. Pertama, untuk menghemat biaya hotel, karena kalau naik bis malam, maka saya tinggal tidur saja, dan besok pagi-pagi tiba-tiba sudah sampai di Kuala Lumpur, sekitar pkl 05.30. Kedua, perlu cepat, karena harus berhemat dengan waktu. Jadi hari itu juga, harus segera berangkat.

Bersambung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: