Benarkah mutasi penyebab Evolusi?

Banyak para ilmuwan yang sudah menentang sejak awal kehadiran teori tersebut. Bukan karena alasan Agama, tetapi lebih karena bagaimana teori tersebut dimunculkan dan dipertahankan.  Saat ini sudah banyak orang yang tidak lagi mempercayai Teori tersebut. Tetapi di sebuah milis yang saya ikuti, masih ada yang mempertahankan Teori tersebut, bahkan dijadikan sebagai alat pembenaran ketika dirinya menjadi Atheis, sebagaimana diakui oleh mereka sendiri. Salah satu contohnya adalah, seorang atheis, kawan debat saya di sebuah milis, Jusfiq Hadjar. Untuk mencari tahu lebih detail  siapa dia, bisa dilihat di mesin pencari, Google. Tinggal mengetikan saja namanya, maka sederetan informasi berkaitan dengannya, akan muncul. Dalam sebuah milis, dia pernah mengatakan, seperti ini: Agama itu adalah laknat buat Indonesia…. Agama is***, agama Nas****… Agama apapun juga adalah laknat buat Indonesia. Karena agama itu cuma buat buang-buang waktu dan buang-buang duit serta buang-buang tenaga..  Dan bikin orang tetap tolol kayak anj*** Jusfiq Hadjar (http://groups.yahoo.com/group/evolusi/message/7462) *** Sehingga sekali waktu, saya pun ikut mengomentari, dengan maksud mencoba meluruskan pandangan atas apa yang dia tulis pada milis tersebut. Berikut ini, cuplikan diskusi tersebut. Jusfiq Hadjar (JF), 17 April 2009 dalam http://groups.yahoo.com/group/evolusi/message/7465 Teori Darwin telah dibuktikan benar. Mutasi telah dibuktikan memang terjadi. Evolusi telah dibuktikan memanag terjadi. Dan boleh dibilang tiap hari para ahli diberbagai bidang menyempurnakan dan melengkapi teori Darwin itu… Nggak heran bahwa akhirnya gereja katolik Roma juga mengakui kebenaran teori Darwin. Harjo (HJ), 18 April 2009 Boleh saja, dibilang setiap hari selalu melengkapi dan menyempurnakannya. Silahkan anda gunakan “bukti” terakhir. Tetapi kalau boleh saya luruskan,  bahwa dalam membangun teori evolusi adalah seperti menggunakan referensi Wikipedia. Untuk membuktikan kebenaran evolusi, seperti pada debat sebelumnya,  Kita disuruh membaca Wikipedia, padahal bukti tulisan di Wikipedia itu sendiri ditulis oleh kalangan mereka sendiri (maksud saya adalah pada tulisan bertema evolusi). Bukankah ini sama halnya dengan begini: Seorang evolusionis menulis di  Wikipedia, bla bla … yang intinya pendukung kepada teori evolusi … dia tulis artikel, yang intinya untuk mendukung teori evolusi di media tersebut. Pada kesempatan lain dia (atau bisa juga orang lain, yg sama-sama pendukung evolusi) cerita di media lain, entah publikasi ilmiah, elektronik, atau perdebatan di milis ini, lalu untuk mendukung argumennya dia menuliskan referensi: coba baca Wikipedia … yang notabene adalah tulisannya sendiri (atau dari kalangan mereka sendiri). Dengan contoh yang sama, yaitu bagaimana mereka menyusun sebuah teori evolusi, seperti pada: skala waktu geologis, bagaimana mereka mengukur umur fosil, bagaimana mereka menyusun pohon kekerabatan, bagaimana mereka menyusun nenek moyang manusia, sikap, tingkah laku, dsb (yang notabene cuma menemukan hanya fosil tulang  saja). Intinya menggunakan bukti, tetapi bukti itu sendiri disusun menggunakan paradigma evolusi. Sampai kapanpun tidak akan pernah selesai. Semoga kawan-kawan, para evolusionis menyadari kekeliruan ini, dan menggunakan logika yang sehat. Dan kembali kepada referensi-referensi lama, yang pernah disampaikan oleh parah akhli yang sebelumnya, yang sejak awal sudah menentang. Mutasi bisa saja terjadi, tetapi evolusi melalui mutasi adalah sesuatu yang mustahil. Saya ambil contoh, sebagai bukti paling bagus untuk membuktikan masalah ini adalah percobaan pada lalat buah, Drosophyla sp. Orang-orang yang kuliah di Biologi tentu tahu dan pernah melakukan percobaan. Kita bisa menghasilkan banyak mutan dari serangga ini, tetapi serangga ini menjadi fertil bila disilangkan species asalnya, dan keturunannya kembali kepada ke kondisi semula. Perubahan bisa terjadi, seperti: warna mata merah menjadi tidak berwarna atau sayap menjadi lebih kecil, dsb. Tetapi dari perubahan itu, terlihat bahwa hal ini lebih bersifat degenerasi, bukan sesuatu yang menuju perbaikan bagi species itu sendiri. Itu sebabnya sejak semula (atau sejak teori yang mengatakan bahwa mutasi adalah pendorong terjadinya evolusi sudah dibantah sejak jaman dulu). Paling tidak dikatakan oleh: 1. Prof J. Muller, penerima hadiah Nobel 1946, “bahwa kebanyakan mutasi adalah buruk, jarang menghasilkan sesuatu yang baik”. 2. Mayr (1963), kebanyakan mutasi yang dihasilkan adalah membuatnya keadaan yang merosot, sehingga tidak mungkin menjadi agen penghasil species baru. 3. Prof. E.W. MacBride, mahkluh dnegan sayap yang susut, mata yang tidak baik, merupakan bahan yang tidak baik untuk kemajuan evolusi. 4. Prof. Haldane, “Jika dari satu species yang sama, lalu dihasilkan dua keturunan yang steril terhadap yang lain, hal ini tidak bisa dikatakan sebagai species baru. 5. J.M Coulter dalam bukunya Science Remarking the World, hlm 177 “Species baru” karena mutasi hanya merupakan species yang mempunyai tingkat fisiologis yang lebih rendah, sehingga tidak mempunyai penjelasan yang cukup tentang evolusi progresif dari satu filum ke filum lainnya. 6. Goldschmidt, Univ California, dlm buku Material Basics of Evolution, “kumpulan mutasi kecil tidak dapat membentuk species baru, dan variasi yang terjadi bukanlah species yang insipien. 7. Glodschmidt, dlm buku Theoretical Genetics, ” tidak seorang pun berhasil menghasilkan satu species baru dengan mikromutasi, apalagi makromutasi. 8. Rench (1959), “kebanyakan mutasi menyebabkan pengurangan kemungkinan hidup”. 9. Prof Lysenko dan Prof Michurin, USSR, ” penelitian mengenai mutasi ditinjau dari kemajuan evolusi, membawa kepada suatu keadaan cul de sac (jalan buntu). 10. Huxley (1943), bukti-bukti langsung dan sempurna tentang kegunaan mutasi dalam evolusi pada kondisi alami, masih belum pernah dikemukakan. 11. Heribert Nilsson (1954), dlm bukunya synthetic Speciation, mutasi cuma sekedar pernyataan ketidakstabilan dari rantai atom, muncul dan kembali hilang”. 12. Morgan (1925), dlm The Genetics of Drosophila, hlm 55, semakin jauh sifat yang meninggalkan keadaan normalnya, semakin kurang daya tahan hidupnya. 13. Gonzales, American Nature, jlid 57, daya tahan hidup selalu merosot menurut rata-rata jumlah gen yang terakumulasi. Kesimpulannya:  Mutasi hanyalah sekitar species induk, tidak mungkin dipisahkan dari species induk, karena mutasi yang besar pun tetap fertil dengan species induknya. Daya tahan hidupnya lebih rendah, ini pada skala laboratorim, apalagi di alam. Lalu bagaimana dengan manusia?  Semua mutasi yang terjadi pada manusia, justru menyebabkan kelainan mental maupun fisik, seperti albinisme, dwarfisme, dsb. Mutasi tidak menambahkan informasi genetis apapun pada rantai DNA. Bagaimana mungkin sebuah bakteri yang hanya terdiri dari 2000-an jenis protein bisa bervolusi menjadi manusia yang jumlah jenis proteinnya 100.000-an. Abas Amin, 18 April 2009 (Dari milis  proletar@yahoogroups.com) Ya ya ya…. mas atau Mr. Hari bagus sekali tulisan anda; analisanya sulit dibantah… saya tadinya percaya bahwa banyak orang Kresten yang mengakui kebenaran omongan jusfiq  tentang Evolusi.  Kalau begitu jusfiq itu hanya memanipulasi saja. Jadi Evolusi itu benar2 terjadi melaui tulisan mereka sendiri. Muter2 saling DUKUNG satu sama lain ! Mungkin selama ini mereka diam; atau anda diam saja karena merasa percuma melawan orang … SAKIT !!! Ya ya ya ya saya cukup mafhum kok. JF, 20 April 2009 Gitu dong “abas_amin”, tunjukkan bahwa anda itu emang dungu kayak kebo… Main kutip tulisan tukang kibul yang suka diber**** peserta lain di mailing list “evolusi”… Nih baca balasan peserta lain di mailinglist itu. http://groups.yahoo.com/group/evolusi/message/7492 Lagian HJ itu ngacir sembari bilang dia nggak ada waktu. HJ, 20 April 2009 Masa, “taik kebo” disebutnya sebagai jawaban? Aneh … dari jawaban anda, semakin jelas, siapakah anda ini. Ingat, kita sedang bicara soal mutasi, bukan evolusi dari srigala menjadi anjing. Sepertinya anda tidak bisa membedakan atau minimal bisa mengkaitkan jawaban anda antara mutasi dengan evolusi. Supaya diskusi kita, minimal bisa nyambung. Agar pembahasan tidak melebar kemana-mana, mohon penjelasan dari Mas Jusfiq atas masalah ini. Jangan bicara hal lain, yang pada akhirnya melupakan apa yang seharusnya anda jawab. Dan melupakan pembahasan ini. JF, 20 April 2009.  Anjing. Anda tahu apa yang namanya anjing? Nah anda itu adalah manusia bermental an**** yang suka menyalak asal enggongogng. Nih: http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/220751 HJ, 20 April 2009.  Mas Jusfiq, kalau begitu, silahkan saja anda jawab tulisan saya yang khusus saya tujukan kepada Anda. Sengaja saya tulis untuk Anda, karena saya ingin tahu sejauh mana pemikiran anda terhadap masalah ini. Sebab selama ini dari e-mail e-mail Anda isinya cuma menghujat Agama lain, perkataan kotor, cabul. Maaf saya tidak terbiasa untuk hal-hal seperti itu. Tanpa ada argumen apapun yang bisa diterima. Saya sengaja tidak menjawab e-mail- e-mail yang cuma menghujat, tanpa ada penjelasan logika yang memadai. Untuk hal seperti itu, maaf, memang saya tidak punya waktu. Kalau tulisan saya dibilang tidak benar (bohong). Bukankah anda bisa cek sendiri dari referensi-refersnsi yang saya tuliskan. Sampai sejauh ini, berarti sudah 4 e-mail yang masih menjadi PR yg sampai saat ini belum dijawab: 1. Untuk anda sendiri, mengenai Mutasi 2. Untuk Andya, (Penerjemah buku Richard Dawkin), mengenai evolusi manusia. 3. Untuk Tyas, (penerjemah buku Biologi Campbell), mengenai bukti klasifikasi. 4. Untuk Pras, mengenai tinjauan kritis terhadap buku Biologi, Kimball. Saya sengaja tidak menjawab e-mail e-mail setelahnya, karena saya ingin fokus pada diskusi tersebut, supaya tidak bergeser dari pokok persoalan yang saya kemukakan. Kecuali ada pernyataan dari mereka kalau diskusi dengan pokok bahasan tersebut tidak perlu dilanjuti. Sebetulnya saya pun tidak mau menjawab e-mail di bawah ini. Tetapi karena ini milis (proletar)  baru yang saya masuki, saya perlu mengemukakan pendapat saya, agar peserta milis ini di sini mengerti pendirian saya. HJ, 20 April 2009 Oh ya, sekedar mengingatkan, e-mail inilah yang membuat saya terseret ke milis proletar ini.  Anda mengirimkan ke proletar dengan BCC ke Evolusi. Lalu ketika saya jawab, anda bilang, “HJ  itu jelas bang*** penipu… Kelabakan tidak bisa mempertahankan pendirian dungunya di mailinglist “evolusi” ini, dia lari ke mailing list proletar…” Padahal saya cuma menjawab apa yang anda kirimkan, ke proletar, dan saya hanyalah sekedar memberikan jawab supaya informasi itu menjadi berimbang. Menurut Anda, kira-kira sikap apa orang macam anda ini? Sudah jelas anda yang menarik saya, lalu anda katakan lari ke mlis proletar? Lalu anda katakan penipu, ketika saya tidak mau menjawab e-mal anda di evolusi, padahal apa yang saya lakukan hanyalah memberikan informasi yang berimbang buat proletar. Buat saya, orang yang melakukan BCC adalah tindakan pengecut, tidak gentle … dan merupakan perbuatan yang sangat tidak terpuji. Lempar batu sembunyi tangan, lalu tanya, lalu dengan seenaknya anda katakan, siapa yang membawa anda? Jika anda punya moral yang baik dan beragama, sudah seharusnya anda meminta maaf atas kesalahan pernyataan anda tersebut. Tetapi jika tidak, bagaimana pun, saya tetap memaklumi, karena memang anda tidak punya agama. Dan saran saya, tidak baik orang tidak punya agama. JF, 20 April 2009 Nih orang emang tukang kibul.Mula-mula dia ngibul saya ajak dia ke proletar. Ketika saya tanyakan kapan saya ajak dia ke proletar, dia nggak jawab. Sekarang dia bilang  “Anda mengirimkan ke proletar tetapi anda BCC ke Evolusi.  Lha jawab di evolusi dong, kan ada BCCnya di evolusi. Selanjutnya bangsat ini cuap-cuap:”Lalu ketika saya jawab, anda bilang: “HJ itu jeals bangsat penipu…  Kelabakan tidak bisa mempertahankan pendirian dungunya di mailinglist “evolusi” ini, dia lari ke mailing list proletar…” Saya bilang dia ngacir ke “proletar” karena di “evolusi” dia bilang kekurangan waktu; tapi di proletar dia ada waktu buat unjuk kebusukan dan kenistaan tabiatnya.. Ni orang emang penipu dan tukang pelintiar omongn orang. Sebagaimana layaknya orang beragama. HJ, 20 Appril 2009 Lain kali, jangan menggunakan BCC, itu tidak baik, transparan. Sebab itu, namanya: lempar batu sembunyi tangan. Ketika dikonfrontir sudah dipastikan, inilah jawaban anda. Oke, karena anda tidak mampu mempertahankan argumen anda mengenai hal ini, saya cukupkan diskusi mengenai hal ini sampai di sini. Jusfiq, sebelum saya akhiri perdebatan ini, saya tambahkan lagi referensi lainnya: American Scientist, jilid 38 (1950), hlm 55,” Sebagian terbesar dari mutasi katakanlah 99 % adalah bersifat tidak menguntungkan sama sekali”. American Scientist, jilid 41 (1953), hlm 102, “Mutasi-mutasi sejauh menyangkut yang sudah kita ketahui  mempunyai pengaruh yang selalu merugikan organisme itu”. Scintific American, jilid 222, (1970), hlm 98, ” Akan tetapi sebagian besar mutasi-mutasi itu adalah bersifat merugikan atau bahkan bisa mematikan”. John W. Kimball, Biologi Edisi 5, Jilid 3, hlm 787, “Pada saat ini, mutasi apapun kemungkinan besar, menghasilkan gen yang kurang baik”. John W. Kimball, Biologi Edisi 5, Jilid 3, hlm 787, “Mutasi tidak dapat dihindarkan, tetapi mungkin tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap frekuensi gen”. JF, 27 April 2009 Ini kan argumen taik kucing? Nggak ada yang bantah kok bahwa sebahagian besar mutasi itu tidak menguntungkan… HJ, 27 April 2009.  Enggak bantah, koq klaim mutasi sebagai penyebab evolusi??? Bagaimana jalan ceritanya? Bisa jelaskan Fiq? Jusfiq Hadjar, 27 April 2009. Ni orang jelas nggak begitu waras.. Setelah lari ************** ***** ****** ***** ***** kena pentung, lantas balik lagi. Sekedar unjuk kedunguan dan kedangkalan pengetahuannnya. Dia tidak tahu penjelasan yang telah diberikan oleh evolutionis bagaimana evolusi itu terjadi: mutasi demi mutasi. Dan dia belagak mau membantah teori evolusi yang tidak dikenalnya. Ni orang jelas sakit jiwa. HJ, 27 April 2009. He he he … lucu juga ni orang. Tetapi dengan mengikuti gayanya, saya juga ingin mengatakan: Padahal sudah banyak teori-teori yang menolak masalah ini sejak jaman baheula, masih saja anda mempercayai teori evolusi. Dan sekarang anda berlaga mau membantah apa yang dituliskan para penolak teori evolusi? Jusfiq Hadjar, 27 April 2009. Ni orang jelas nggak begitu waras.. Saat dunia merayakan Ulang Tahun Darwin, saat Vatikan juga udah mengakui bahwa teori Darwin itu bener dia masih ngomong tentang orang yang menolak teori Darwin. Contohnya dia sendiri: dia tidak mengenal penjelasan Darwinis tentang evolusi, tapi dia tolak teori yang tidak dikenalnya itu. Orang ini jelas sedeng. HJ, 27 April 2009. Eit jangan salah loh… Saya juga ikut merayakan Ulang Tahunnya  di UI, tgl 12 Febuari 2009 yang lalu di FIB. Tetapi saya tetap menolak teori ini, sayang saat itu tidak ada Andya, padahal dia yang informasikan di milis ini mengenai seminar tersebut. Kalau Vatikan mengakui, so what gitu loh … Apa kaitan Vatikan dengan orang semacam saya?  Kalau anda mengerti tentang teori evolusi Darwin, cerita dong …  Saya tidak pernah melihat tulisan anda langsung mengenai ini, selain copy paste tulisan orang lain bulet bulet  plus caci maki yang gak keruan …  Masa menolak Teori Darwin dikatakan sedeng. Saya ikut undangan seminar itu, hanya ingin tahu sejauh mana perkembangan teori tersebut. Sekaligus juga ingin tahu berapa banyak mahasiswa Biologi UI yang masih percaya teori evolusi. Ternyata 80 persen mahasiswa Biologi UI tidak percaya kepada Teori Evolusi. Kalau saya menolak teori evolusi, bukan berarti harus anti untuk mendengar dan mengikuti, apalagi tidak membacanya. Dengan mengikuti, minimal saya masih bisa menghargai perbedaan pendapat tersebut. JF, 27 April 2009. Anda jelas sedeng… Anda ikut merayakan Tahun Darwin, tapi anda juga membantahnya: anda jelas menderita skizofreni. Vatikan tahu teori Darwin dan mengakui bahwa teori Darwin itu benar. Anda yang skizofren tidak tahu teori Darwin dan dengan sesumbar menolak teori Darwin itu. Anda ini jelas sedeng. HJ, 27 April 2009. Saya bergabung dengan milis evolusi, bukan berarti saya percaya teori evolusi kan? Kalau menggunakan pemikiran seperti itu, buat apa saya ikutin milis evolusi. Ini kampus, yang namanya perayaan kampus, namanya juga di kampus, masa perayaan harus identik dengan pesta seperti itu. Ya, seminar lah …  Seminar dalam rangka perayaan Mbah Darwin … gitu loh … Catat ya, 80 persen mahasiswa Biologi UI itu enggak percaya Teori nya Mbah Darwin loh … Semoga dari tulisan, diskusi di atas, bisa ditarik pelajaran untuk tidak lagi menjadikan Teori Evolusi sebagai dasar pembenaran untuk seseorang menjadi atheis.


6 responses to “Benarkah mutasi penyebab Evolusi?

  • Rainny

    Sia-sia kau belajar biologi Nak.

  • Nailil

    padahal sudah banyak bukti-bukti yg mendukung pernyataan bahwa mutasi bukan penyebab evolusi. yang saya herankan adalah kenapa di sekolah2 masih diajarkan teori “mutasi penyebab evolusi” …?
    Bukankah jika ada suatu penemuan yg berhasil membantah suatu teori, maka teori lama tsb akan gugur?

    • harjo

      Sudah menjadi “konsensus” bahwa Teori Evolusi lah yang diterima di dunia pendidikan. Dan Mutasi adalah salah satu kata kunci bukti pembenaran terjadinya evolusi. Perlu ada pendampingan terhadap Teori tersebut, khususnya yang menentang dan tidak setuju terhadap teori tersebut. Sejatinya, ketika ada penemuan baru, maka otomatis akan menggugurkan teori sebelumnya. Hal ini akan berbeda ketika yang menjadi objek persoalan adalah evolusi. Ketika bukti-bukti yang dianggap “mendukung” sudah terbantahkan, kalangan evolusionis akan membangun teori baru, yang ujung-ujungnya tetap bersikukuh menudukung Teori Evolusi.

  • ratih

    mau tanya dong kenapa mutasi menguntungkan masih digunakan untuk evolusi padahal perbandingan hidupnya cuma 1 : 1000 ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: