Akhirnya, sampai juga di Phuket

Phuket, 04-04-09, hari kelima

Pagi itu, pkl 04.30, masih agak gelap setelah menempuh 12 jam perjalanan, akhirnya sampai juga di terminal bis Phuket. Saya masih belum tahu kawasan ini, supaya aman, saya  tetap di bangku terminal hingga agak terangan sedikit. Beberapa kali tukang tuk tuk menawarkan jasanya, bukannya tidak mau, tetapi saya tidak tahu kemana tujuannya hi hi hi … sebab catatan hasil rangkuman dari milis ibackpacker malah tertinggal di rumah.

Akhirnya si tukang tuk tuknya BT sendiri😀 dan meninggalkan saya setelah sekitar 1 jam terus menerus “nongkrongin”, padahal sudah beberapa kali, saya katakan sedang menunggu jemputan … hi hi hi … bohong dikit, demi keamanan di negeri orang tidak apa-apa lah.

Agak siangan sedikit, barulah saya cari-cari tempat makan untuk sarapan di luar terminal bis. Di seberang jalan ternyata ada warung makan yang cukup ramai pengunjung, hmmm… kayanya sih  enak. Saya pesan makanan dengan bahasa Tarzan, tak lama kemudian beberapa piring kecil makanan disediakan di atas meja. Wah … banyak banget nih … apa boleh buat, sudah terlanjur pesan, akhirnya saya sikat semua. Ow ow ow  … ternyata ada kesalahan rupanya, seharusnya tidak perlu dimakan semua, karena yang dibayar adalah seberapa banyak yang di makan saja, lha ini semua nya disikat  …  buset. Terpaksa harus membayar cukup mahal juga untuk kebodohan ini. Sambil  bayar, dan enggak mau rugi, saya sempatkan tanya-tanya dengan si penjual yang tentunya dengan bahasa Tarzan lagi, mengenai hotel yang terdekat di sini. Ditunjukanlah hotel yang katanya murah,  tidak jauh dari rumah makan tesebut.

Sementara mencari, saya menemukan biro travel, dan bertanya hotel yang dekat di sini, dan dia pun menginformasikan ada beberapa hotel, dari yang murah meriah sekitar THB 100 hingga THB 650. Ada juga hotel On On, permalamnya hanya THB 150 untuk kamar mandi luar dan THB 250 untuk kamar mandi dalam.

Akhirnya sampailah sebuah hotel yang diinformasikan oleh si agent tadi. Sebuah bangunan yang cukup tua, di dalamnya ada café dan juga warnet. Saya pikir lumayan juga, sekarang saya tanyakan kepastian harganya kepada si resepsionis. Ternyata benar harganya sebesar itu, kemudian kami diijinkan untuk melihat dulu kondisi kamarnya. Pertama kali melihat saya pikir sangat sederhana banget, tetapi yang terpenting adalah bersih, dan wangi bersihnya pun tercium. Dan kamar ini mengingatkan saya kamar yang pernah digunakan oleh si Leonardo dalam film The Beach-nya. Cukup unik. Terlihat beberapa orang bule berseliweran di hotel itu. Saya putuskan untuk menginap di hotel ini saja. Ketika melihat di kartu namanya, ternyata hotel ini adalah hotel tertua di Phuket, berdiri sejak tahun 1928.

Setelah menerima kunci, saya pun segera ke kamar cuci muka sebentar. Tidak lama kemudian kembali ke luar. Sekedar melihat-lihat suasana sekitar hotel, mencari informasi. Dan makan siang, setelah itu kami kembali ke hotel, berleyeh-leyeh hingga sore hari.

Bersambung


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: