Prihatin atas kriminalisasi pasien, hanya gara-gara e-mail

Lucu juga, hanya gara-gara kirim e-mail ke teman-teman dekat, yang berisi keluhan terhadap layanan sebuah rumah sakit bertaraf international. yang tidak memuaskan,  berakhir dengan dijebloskannya pasien  ke penjara. 

Prihatin!!! Itu kata yang bisa saya ungkapkan, atas kasus yang menimpa Prita Mulyasari (32 thn), karena dianggap melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE.  Bisa jadi memang UU ITE itu mengandung celah yang bisa diselewengkan untuk membungkam musuh yang tidak disukai. Pada akhirnya membuat orang akan menjadi berhati-hati dalam mengemukakan pendapat, takut kena gugat.

Padahal keluhan Ibu Prita ini dilindungi Undang Undang  No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, sehingga tidak bias dijerat oleh UU ITE.

Ibu dengan dua anak yang masih balita ini, awalnya hanya persoalan kekesalannya karena kesalahan mendiagnosa penyakit yang diderita. Karena kekeliruan tersebut, akhirnya minta pindah rumah sakit, dan sudah tentu dia harus melihat hasil diagnosa yang telah dilakukan oleh dokter sebelumnya, agar memudahkan dalam pengecekan oleh dokter selanjutnya.

Sebetulnya adalah hak pasien untuk mengetahui hasil pemeriksaan tersebut, karena dia sudah membayar mahal untuk keperluan tersebut, jadi sebetulnya wajar-wajar saja.  Karena layanan yang tidak memuaskan tersebut itulah yang akhirnya keluhan tersebut disampaikan lewat e-mail ke teman-teman Prita.

Ternyata e-mail tersebut, justru menyebar kemana-mana, menjadi tidak terkendali, yang menurut Rumah Sakit itu, merugikan pihaknya, karena dianggap melakukan pencemaran nama baik, yang kemudian melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib.

Bukankah kalau memang e-mail itu dianggap mengganggu, dan mencemarkan nama baik, bias dilakukan dengan hak jawab? Tetapi malah melakukan tuntutan pidana/perdata yang pada akhirnya merugikan institusi rumah sakit itu sendiri, karena ternyata dukungan moril terhadap Ibu muda ini mengalir deras.

Klarifikasi pun sebetulnya sudah dilakukan oleh pihak rumah sakit, melalui harian Kompas dan Media Indonesia pada saat itu. Tetapi nampaknya belum puas, sehingga merasa perlu untuk menggugatnya ke pengadilan, dan berakhir dengan kemenangan pihak rumah sakit.

Saya sebagai orang awam, melihatnya jadi lucu juga, jika akhirnya Rumah Sakit itu, berhasil mengkriminalisasi pasiennya yang notabene sebetulnya mengambil keuntungan dari pasiennya. Jelas, tindakan rumah sakit ini terlalu berlebihan, yang pada akhirnya menjadi boomerang dan merugikan pihak rumah sakit itu sendiri.


2 responses to “Prihatin atas kriminalisasi pasien, hanya gara-gara e-mail

  • Ono Gosip

    BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  • Ono Gosip

    HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: