Ilmiahkah Teori Evolusi? (1)

Judul lengkap postingan ini sebetulnya: Ilmiahkah Teori Evolusi? (Sebuah telaah kritis atas Buku Biologi, karangan John W. Kimball).

Tulisan ini adalah kumpulan hasil diskusi saya dengan seorang guru Biologi di sebuah SMA di Jakarta, Pak Prasdianto. Berikut isi perdebatan tersebut di milis Evolusi yang saya dokumentasikan, dan saat ini masih berlangsung.

Pras: Sebelumnya maaf Pak Hari mensela diskusi anda dengan Zhou Yun. Tapi kali ini anda benar2 keterlaluan. Saya yang pada awalnya respek pada bapak, walau kita berbeda pendapat, menjadi sangat-sangat menyayangkan pernyataan bapak berikut: Harjo wrote:
>Saya tidak setuju dengan kata “dikritik”, yg benar adalah : ditolak!
> Jadi sudah sejak 150 tahun teori itu ditolak.
> Itu sebabnya Biologi kurang berkembang dari yang seharusnya, karena
>warisan dari cara berpikir yg spekulatif, bukan berdasarkan kaidah-
>kaidah saintifik sebagaimana lazimnya.

HJ: Kalau anda tidak respek, buat saya tidak jadi soal. Saya akan tetap respek kepada Anda. Gaya bahasa anda berbeda dengan kebanyakan komentar para atheis di milis ini. Sebuah gaya tutur pendidik, dan anda nampaknya memang sangat cocok untuk menjadi seorang guru.

Mengapa saya tolak teori evolusi, tentu ada hal yang melatarbelakangi penolakan tersebut, yang akan saya uraikan pada diskusi selanjutnya.

Pras: Saya pikir tak perlulah saya menjelaskan apa itu kaidah saintifik,
cara berpikir spekulatif dan lain-lain. Anda menuduh salah satu
bidang sains, Biologi, tidak berkembang???? apa dasar anda? (ahh
paling hanya dijawab dengan argumentasi sirkular)
Saya bertanya pa Harjo, walau aga pribadi maaf. Apakah bapak
sudah dikaruniai putra atau putri? jika iya, apakah mereka
diimunisasi? nah jika Biologi dengan evolusinya tidak melakukan
terobosan dalam bidang immunitas, maka niscaya kita masih dihantui
pes, , polio, cacar, spanih flu dan banyak lagi.

HJ: Saya katakan tidak berkembang, karena Biologi terlalu dibebani oleh doktrin evolusi. Kemajuan penanganan penyakit pes, polio, cacar, flu, dsb itu tidak ada kaitannya dengan masalah evolusi. Ini mirip dengan peristiwa Carl Linnaeus ketika mengemukakan systema naturae untuk pertama kalinya sebagai sebuah tesis di Universitas Handerwijk. Dia dielu-elukan oleh para ahli biologi dimana-mana atas system klasifikasi yang dia ciptakan, yg masih berlaku hingga sekarang.

Dia adalah seorang yg tidak mempercayai evolusi (Baca : Biologi, Kimball, hlm 827). Tetapi system klasifikasi yang dibuat nya itu justru diklaim oleh para evolusionis sebagai pintu gerbang diterimanya teori evolusi (bahkan oleh beberapa kalangan dianggap sebagai bukti evolusi). Persoalannya, apakah karena evolusi, sehingga dia berhasil menciptakan system klasifikasi tersebut? Jawabnya: Bukan. Sama halnya dengan masalah penyakit pes, polio, cacar, flu. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan gagasan evolusi, jadi jangan lagi claim itu sebagai buah keberhasilan teori evolusi.

Pras: Sulit mengajak diskusi bapak yang sudah berpikir hanya satu sisi yang menganggap evolusi adalah harga mati untuk sebuah kebohongan.

HJ: Bohong atau tidak, mari kita buktikan. Bagaimana kalau kita mulai dari text book yang biasa diajarkan di sekolah-sekolah atau mahasiswa Biologi? Yaitu Biologi Jilid 3 Edisi kelima, karangan John W. Kimball terbitan Erlangga. Saya sengaja memilih buku ini sebagai bahan diskusi kita, walaupun saya sendiri ketika kuliah tidak menggunakan buku ini, sebagai buku wajib. Sebuah buku yang baru saya beli 3 bulan yang lalu. Alasan kedua, buku ini tidak terlalu mahal ketimbang Campbell yg harganya 250 ribuan, sedangkan Kimball hanya 100 ribuan. Diharapkan banyak anggota milis ini bisa membeli dan membuktikan sendiri, bagaimana tidak ilmiahnya buku tersebut.

Pada contoh ini, saya hanya mengambil beberapa saja.

1. Kebohongan: “Pada gbr 32-1sebuah photo yang diambil oleh Roland T. Bird pada hlm 761, keterangan gambar yang dijelaskan oleh Kimball: memperlihatkan bekas jejak kaki dinosaurus 120 juta tahun yang lalu, ketika hewan itu berjalan di dasar sungai, di dekat kota Glen Rose, Texas tengah. Jejak di sisi kanan adalah jejak dinosaurus berukuran besar yg berjalan pada keempat kakinya. Jejak di sebelah kiri adalah jejak dinosaurus bipedal, yg berukuran lebih kecil, mungkin suatu jenis pemangsa”.

Padahal, gambar disebelah kanan jejak dinosaurus itu sangat jelas menunjukan gambar jejak kaki manusia.Penampilan foto tersebut, sekedar kamuflase dari Kimball atas bukti bahwa dinosaurus pernah hidup sejaman dengan dinosaurus. Bukti ini tentu harus ditutupi, karena tidak sesuai dengan harapan evolusi atau boleh juga dimunculkan tetapi ditutupi dengan cerita bohong seperti diceritakan oleh Kimball di atas. Sebetulnya ada 20 lokasi lain mengenai jejak yg lebih jelas ini dari photo-photo lain Roland T. Bird mengenai jejak kaki manusia di antara jejak kaki dinosaurus tersebut.

2. SpekulasiPada hlm 856, dijelaskan mengenai evolusi eukariota, sbb: “Bagaimana eukoriota itu mengalami evolusi? mungkin … eukariota pertama-tama itu berevolusi melalui asosiasi simbiotik antara dua atau lebih macam prokariota. Menurut teori ini mitokondria sel eukariotik dahulunya adalah bakteri aeroik yg hidup secara simbiosis di dalam inangnya. Kloroplas diduga berasal dari .., mungkin alga hijau-biru atau ..”

Dari tulisan berwarna merah tersebut, jelas ini adalah pernyataan spekulasi. Bagaimana bisa disebut ilmiah, jika isinya melulu spekulasi? Dugaan yg bersifat pribadi dari seorang John W. Kimball, tidak bisa dijadikan sebagai bukti kebenaran teori evolusi. Apakah hanya karena yang menduga adalah seorang prosesor, guru besar kenamaan, sehingga pendapatnya bisa dijadikan sebagai bukti?

3. Teori ngeles Pada hlm 800, dijelaskan bahwa ” semua spesies sekarang ini berkembang dari moyang yang sama dan pada mulanya berasal dari satu bentuk hidup tunggal yang pertama”. Tetapi coba bandingkan dengan halaman 826, “… banyak mahasiswa biologi (dan terkadang guru besarnya) tergelincir karena kekeliruan berpikir bahwa organisme lebih primitif yg hidup saat ini merupakan moyang organisme yg lebih kompleks”.

Di halaman 800 ada doktrin evolusi seperti itu, tetapi di halaman 826 dijelaskan, jika kita berpikir seperti di halaman 800 dianggap sebagai kekeliruan.

Cerita ini akan sama dengan: ” Sementara kita masih berdebat mengenai teori evolusi, tiba-tiba sekarang muncul pandangan baru, sebagaimana yg diungkapan oleh Steve Jones di Jurnal Sains Cosmos edisi Januari 2009, “Evolusi sudah berakhir”.

Ketika doktrin evolusi ini sudah terlanjur diajarkan, dan dianggap sebagai sebuah kebenaran. Bukan hal yg mudah untuk ditarik kembali. Masih banyak hal yg ingin saya ungkapkan, tetapi saya cukupkan sampai disini dulu.

Pras: Saya sendiri tidak bermasalah dengan teman2 yang agnostik, atheist atau theist sekalipun asalkan tidak memaksakan pendapat atau pahamnya ke yang lain. Biarkan kita memilih yang terbaik untuk kita sendiri, saya yakin kita dibekali akal yang cukup untuk memilih,udah pada gede ko.

HJ: Pak Pras, sekiranya teori evolusi dianggap hanya sebuah kepercayaan, maka saya tidak akan pernah mempermasalahkan, terserah anda mau mempercayai atau tidak. Yang jadi masalah buat saya adalah, ketika evolusi itu di ajarkan sebagai sebuah kebenaran di sekolah-sekolah, bahkan menjadi pelajaran wajib (baca: memaksakan pendapat dari doktrin evolusi). Sebuah teori yang katanya dapat diuji secara saintifik. Pendapat-pendapat ahli, yang bersifat dugaan dianggap sebagai sebuah kebenaran. Itu sebabnya sudah waktunya pelajaran Biologi dibebaskan dari pengaruh fantasi evolusi ini.

Pras: Untuk teman2 yg agnostik atau atheist: Saya rasa tidak bisa lagi mengunakan akal sehat berdialog dengan Pak Hari Jonatahan. Untuk teman2 Theist: Pendapat pendapat pak Hari jonathan bisa mendangkalkan logika kita dan terjebak pada kubu fundamentalis

HJ: Pak Pras, mari kita diskusi secara sehat, dengan mengambil thema dari bukunya Kimball yg banyak diajarkan di sekolah dan beberapa perguruan tinggi ini. Sekali lagi, kalau anda percaya kepada teori evolusi, silahkan, itu adalah hak anda. Tetapi ketika dianggap teori evolusi itu adalah sebuah kebenaran yg dapat dibuktikan secara saintifik, sehingga wajib untuk dipelajari di sekolah-sekolah. Ini yang saya tolak.

Salam, Harjo


7 responses to “Ilmiahkah Teori Evolusi? (1)

  • airun

    btw, saya org awam nih. pengen tau, kalo kita udah bisa buktiin darimana asal muasal kehidupan, trus kita mau apa? trus impact apa yang ada ke masyarakat? trus ke depannya mau ngapain?

    buat saya pribadi sih cuek2 aja sama yng beginian. karena saya masih bisa happy walo gak tau asal muasal kehidupan. hehe. masih ada hal2 lainnya yang lebih asik untuk saya kerjain untuk kehidupan sekarang dan masa depan ketimbang terlibat perdebatan tak jelas ujungnya ttg masa lalu seprti di atas.

    hehe. maaf saya hanya org bodoh.

    Di sebuah milis evolusi, ternyata banyak orang-orang menjadi atheis justru karena alasan teori ini. Jadi, saya merasa perlu untuk mengemukakan fakta-fakta kebohongan dari yang katanya teori “imiah” tersebut.

  • Citra

    Lalu menurut teori ilmiah pa hari sndri kta smw brasal drmn?

    Kita semua adalah hasil ciptaan Allah. Janganlah mengatasnamakan ilmiah, hanya karena meniadakan peranan Allah. Padahal apa yang dikatakan “ilmiah” oleh kalangan evolusionis pun berawal dari cara berpikir spekulasi, yang kemudian doktrin ini yang pada akhirnya menurun pada generasi sesudahnya, yaitu cara berpikir spekulasi. Hal ini bisa dilihat dari kata pengantar Thomson pada pengantar bukunya Darwin, Origin Species, halam xxiv.

  • Lanang

    Manusai sebagai ciptaan Tuhan yang tertinggi derajatnya memang harus bertanya, memperrtanyakan dan berpikir. Mempertanyakan apa saja termasuk asal-usulnya. Semua kemudahan karena teknologi ( obat2an, handphone, internet dll) yang sekarang kita nikmati itu asal-usulnya bisa dihadirkan oleh manusia karena berpikir dan mempertanyakan segala sesuatu yang ada di alam dan lingkingan sekitarnya.

    Orang tidak harus percaya teori evolusi tetapi sebagai kaum terdidik harus paham dan mengerti ( paham! bukan percaya ). Di dalam ilmu pengetahuan tidak ada yang perlu dipercaya tapi diterima sebagai “benar” sebelum ada bukti yang membantahnya. Memang itulah cara berpikir ilmiah. Setiap tahun sekian banyak teaori baru muncul sebagi hasil buah pkir manusia tetapi sekian ratus teaori juga jatuh atau tak berlaku atau tidak “benar” lagi karena ada bukti atau teori baru yang bisa lebih diterima.

    Buku-buku biologi harus mengajarkan teori evolusi agar sebagai intelektual paham cara berpikir teori evolusi. Teori evolusi memang ada kelemahan ( kasus “the missing link” yang belum terjawab ) tetapi tidak semua bagian dari teori evolusi sudah terbantahkan. Sehingga sampai sekarang teori evolusi masih ” digunakan” untuk menerangkan berbagai fenomena alam. Kalau ada teori yang lebih canggih untuk menerangkan fakta-fakta alam tentu teori evolusi bisa diganti. Tapi sebelum ada teori yang lebih canggih, sementara digunakan dulu teori evolusi. Makanya manusia harus berpikir terus.

    Salam hormat

    Saya setuju dengan pendapat Mas Lanang, bahwa di dalam ilmu pengetahuan tidak ada istilah percaya dan tidak percaya, karena hal itu bisa dibuktikan. Tetapi saya justru cenderung berpikir bahwa Teori Evolusi sudah masuk dalam ranah kepercayaan, karena memang tidak ada bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran dari teori evolusi. Banyak hal-hal yang katanya bukti, sebagaimana yang ditulis pada text book Biologinya Kimball. Tetapi saya melihat justru banyak fakta-fakta yang tidak sesuai bahkan banyak data yang dipalsukan demi membuat orang percaya atas kebenaran teori tersebut. Terlalu banyak kebohongan yang ditulis, tetapi tentu terlalu panjang jika saya tuliskan alasan saya dikolom komentar ini.

  • igung

    Hanya orang-orang dengan pikiran merdeka, lepas dari dogma dan mau belajar biologi yang mampu memahami / mengerti teori evolusi. (mohon maaf, begitu saya mendapat pelajaran biologi pertama kali saat SMP, saya begitu kagum dengan teori ini). Buktikanlah bahwa teori evolusi salah dan teori penciptaan benar. Tentu secara ilmiah.

    • harjo

      Mas Igung, saya adalah orang yang bebas, dan saya mau belajar Biologi, bahkan kuliah pun saya ambil Biologi. Masalah kesalahan Teori Evolusi akan saya postingkan pada tulisan terpisah, karena tidak cukup muat untuk halaman pada komentar ini. Sedangkan Teori Penciptaan, buat saya tidak membutuhkan bukti, walaupun bukti itu sangat banyak, tetapi ini adalah masalah keyakinan. Dan sebuah keyakinan tidak butuh bukti. Sebab kalau sudah terbukti, tidak butuh lagi keyakinan.

  • vina

    Ass….!!
    emang sih manusia dan kera ada kesamaan, yang bedakan pada zaman sekarang keranya cantik dan pintar…hehehe i’m just kidding, hmm,,,aku sama sekali gak setuju kalau aku dikatain kera. emang zaman nabi Adam as, Darwin udah lahir apa…?? menurut aku tuh hanya orang yang sakit jiwa aja yang anggap kalau manusia itu dari kera…? aku bukan orang yang istiqomah yah tapi aku percaya kalau Allah SWT itu selalu ada dihatiQ dan dihati umat muslim. contohnya saya kata-kata ini uda paling jujur banget…salam damai saudaraQ umat muslim.
    wasalam….!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: