Mutasi dan Spesiasi (1)

Adalah sebuah perdebatan yang panjang dan melelahkan jika menyangkut tema evolusi. Karena keterbatasan waktu dan juga pekerjaan, tetapi karena “keterpaksaan” dari sebuah milis, sehingga saya merasa perlu untuk memberikan tanggapan atas beberapa pertanyaan yang muncul tersebut.

Sengaja saya dokumentasikan perdebatan tersebut, karena beberapa kali folder di inbox saya hilang karena kehabisan space, padahal isi diskusi ini cukup menarik, paling tidak untuk menambah wawasan anak-anak saya nanti dalam mempelajari Biologi.

Berikut ini adalah diskusi antara saya dengan seorang kawan, alumni dari sebuah perguruan tinggi di Bandung, Pak Donny Dadang.  Berikut cuplikannya:

Saya, HJ:

Mohon maaf, atas kelambatan saya menjawab pertanyaan Bapak. Karena kesibukan saya di tempat kerja, sehingga baru kali ini, saya, bisa menjawab.

Untuk selanjutnya, karena keterbatasan waktu juga, saya tidak bisa menjawab e-mail e-mail lain, saya akan fokus untuk berdikusi dengan Pak DD lebih dulu.

 DD:

Makanya saya pernah tanya anda (tapi anda belum jawab) apa yang anda maksud dengan “species” dan apa tanggapan anda terhadap peristiwa2 speciation yang diamati oleh ilmuwan? Saya koq duga anda sebenarnya *maaf* tidak mengerti apa itu spesiasi dan menutup mata terhadap kemungkinan terjadinya speciation.  Tolong buktikan kalau dugaan saya ini salah.

 HJ:

Jawaban ini sebetulnya sudah pernah saya sampaikan, hanya saja waktu itu saya tidak melihat langsung di buku teks aslinya, tetapi akan saya jawab ulang dengan mengutip definisinya Ernst Mayr, seorang ahli Zoologi dalam buku Biology, karangan John W. Kimball, edisi kelima, halaman 800, sebagai berikut:

“Ernst Mayr mendefinisikan species sebagai populasi alamiah yang dapat mengadakan silang-dalam secara potensial atau aktual, dan tidak mengadakan persilangan dengan populasi lain, meskipun ada kesempatan untuk itu”

Tetapi agar klop dengan paradigma evolusi, maka dipaksacocokan dengan kaidah evolusi oleh Kimball ditambahkan dengan kalimat berikut:

“Kita harus mengubahnya sedikit dengan menambahkan bahwa kejadian yang jarang terjadi perkawinan species dapat berlangsung, tetapi keturunan yang dihasilkan tidak begitu subur atau efisien”.

 Alternatif definisi lain adalah mengutip definisinya Heribert Nilsson, dari University of Lund, Swedia, dalam bukunya Heredity, halaman 252, bahwa: ” species itu adalah lingkungan variasi. Varian dibentuk, lenyap dalam persilangan, dan muncul kembali dalam urutan kaleidoskop di dalam species itu. Tetapi species itu masih tetap merupakan lingkungan variasi yang sama”.

kedua definisi tersebut, akan bertolak belakang dengan harapan evolusi, namun demikian Ernst Mayr lebih bisa diterima oleh kalangan evolusi ketimbang pendapat Nillson. Tetapi untuk Mayr, harus dimodifikasi sedikit, agar cocok.

Menurut Kimball, bahwa spesiasi adalah pembentukan satu atau lebih spesies turunan dari satu species moyang. Spesiasi dianggap selesai, jika kedua spesies baru tersebut tidak mampu lagi melakukan kawin silang, dan begitu seterusnya. Dapat diambil kesimpulan bahwa semua makhluk hidup yang ada berasal dan berkembang dari  moyang yang sama, yaitu dari bentuk hidup tunggal yang pertama (bersel satu), seperti:

 Virus/Bakteri -> bersel banyak -> ikan -> amphibia -> reptilia -> mamalia rendah -> mamalia tinggi, dst.

 Saya,  tidak bisa menerima penjelasan dari teori tersebut yang mengatakan, bahwa kita berasal dari bentuk bentuk semacam virus/bakteri yang berevolusi terus hingga terbentuk mamalia, manusia.

 Walaupun ada pendapat (pada diskusi sebelumnya) yg mengatakan itu reratif (bisa juga terjadi sebaliknya), tetapi saya berpegang pada bukunya Kimball yg mengatakan seperti itu. Kalau ada yg mengatakan evolusi bisa terjadi dari bentuk-bentuk kompleks ke bentuk sederhana, sy pikir ini adalah jawaban baru, ini yang disebut evolusi dari teori evolusi. Untuk selanjutnya saya tidak mau berdebat lagi soal evolusi dari teori evolusi ini. Lebih baik fokus pada persoalan dari mana masalah itu muncul. Sebab untuk percaya kepada teori evolusi saja saya tidak bisa terima, apalagi harus mempercayai evolusinya dari teori evolusi. 

 Kembali kepada persoalan, jika kita berasal dari bentuk-bentuk semacam virus tersebut, coba anda renungkan, bagaimana bisa dikatakan seperti itu, sementara untuk hidup virus saja butuh makhluk hidup lainnya (seperti manusia), sebagai tempat hidup. Lalu bagaimana bisa dikatakan kita berasal dari bentuk-bentuk seperti virus?

Dari sini jelas, bahwa virus bukanlah makhluk yg sederhana, justru menurut saya ini adalah makhluk yang sangat luar biasa sekali. Dan bentuk virus bukanlah asal dari makhluk-makhluk kompleks lainnya.

 DD:

Apakah tidak mungkin ada perubahan (baca: mutasi) yang malah membuat organisme itu lebih tahan terhadap kondisi lingkungan? apakah probabilitasnya itu kecil sekali atau memang 0 alias tidak mungkin?

 HJ:

Mutasi hanyalah sekedar pernyataan “ketidakstabilan”, dan ini bukan hal baru terjadi, dalam sejarah species, ini sudah sering muncul tetapi menghilang kembali.

Mengenai lebih tahan atau tidak, saya sudah sering bilang mutasi akan melahirkan individu-individu yang lemah. Tetapi jika memang pendapat tersebut tidak diterima, saya akan kutip pendapat seorang pendukung teori evolusi sendiri, yaitu Morgan dalam bukunya  The Genetics of Drosophila, halaman 55, bahwa: “Semakin jauh sesuatu sifat meninggalkan keadaan normalnya, semakin kurang daya tahan hidupnya”.

 Intinya,

  1. Jika memang terjadi mutasi (besar). Maka, hasil mutasi itu tidak bisa dipisahkan dari species induk. Sebagaimana yg dicontohkan oleh Kimball dalam buku Biologi, pada halaman sama, bahwa Walaupun kuda dan kedelai dapat kawin, tetapi bagal yang dihasilkan bersifat steril.
  2. Jika memang terjadi mutasi (kecil). Maka hasil mutasi yang dihasilkan hanyalah berkisar pada spesies yang dahulu (Morgan, pada buku dan halaman yg sama),

 Jika makhluk moyang, menghasilkan dua “species baru” yg satu sama lain saling kawin, berdasarkan definisi Mayr, bagaimana ini bisa disebut sebagai species baru?

Demikian jawaban saya.

  

 

 

Iklan

One response to “Mutasi dan Spesiasi (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: