Main Bulutangkis

Sudah dua kali Sabtu ini, saya mengikuti Olah Raga Bulu Tangkis. Dulu saya memang penghobi berat olah raga yang satu ini. Tetapi dengan bertambahnya usia, sepertinya koq malas ya. Atau barangkali karena tempatnya yang tidak memungkinkan? Berbeda dengan di kampung saya dulu. Lapangan Bulu Tangkis hanya beberapa meter saja dari rumah,  gratis pula. Di jakarta? Beugh! Dari pada tanah dibikin buat lapangan bulu tangkis mendingan buat dibikin rumah type 120.

Saking gilanya bulu tangkis, mainpun sampai larut malam. Bukannya apa-apa, biasanya saya baru bisa main, setelah orang-orang dewasa selesai main semua, baru dech terakhir saya. 😦  

Kalau sekarang angkat raket lagi, bukan untuk prestasi … melainkan untuk ngecilin perut yang sudah membuncit. Dan juga kebetulan ada seorang kawan yang mengorganisir sehingga olahraga bulu tangkis ini menjadi agendanya kantor, siapa tahu bisa nyamain PB Jarum… 🙂

Dulu, saya sangat hafal semua pemain bulu tangkis, tetapi sekarang satupun tidak ada yang saya inget, kecuali Taufik Hidayat. Itupun saya kenal karena temperamennya … loh?  Hi hi hi …  Saya paling suka gaya Lim Swie King dengan smash sambil lompatnya. Makanya saya ikuti. Tetapi sekarang enggak dech … selain borosin nafas, juga sudah enggak kuat lagi. Beugh …

Iklan

One response to “Main Bulutangkis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: