Ikutan Menyaksikan Kelahiran Blogor

Sebuah catatan yang tertunda (Bogor, 24 Agustus 2008)

Kelahiran tidak akan terwujud jika tidak ada keinginan kuat dari orang-orang yang memiliki visi dan misi untuk membidani sekaligus melembagakan sebuah komunitas bloger tersebut, yang terlahir bernama: Blogor. Sebuah nama panggilan yang menurut saya enak didengar. Saya tidak tahu siapa yang mengusulkan nama tersebut, soalnya saya terlambat datang. Bidan-bidan yang sempat saya catat sejak dari di Botanisqare (saat itu saya tidak hadir he he he…) itu bernama: Hangga, Menik, Trijoko, dan yang kemudian didukung oleh seluruh bloger Bogor. Tentu didukung karena sebuah niat yang sangat baik.

Sebagai informasi saja, sebetulnya saya agak ragu ketika akan memutuskan untuk hadir. Sampai dengan malam Minggu pun belum ada keputusan untuk datang. Tetapi setelah berpikir semalaman, akhirnya saya putuskan untuk hadir, tetapi dengan pesan telat datang, sebagaimana informasi saya ke blognya Hangga.

Mengapa saya ragu untuk hadir? Sayanya merasa ada pertentangan bathin, apakah perlu seorang bloger itu kopdar? apalagi sampai membentuk sebuah organisasi nyata? Saya cenderung lebih suka menjadi organisme tanpa bentuk (OTB) saja, yaitu menjadi pribadi yang hanya ada dibalik komputer, dengan kesibukan postingannya sendiri. Bukan malah terorganisasir, meminjam bahasa trainers “turun gunung”. ha ha ha…

Dunia bloger adalah dunia unik, sepi, dan maya, sebuah dunia yang sangat pas dengan kepribadian saya yang seorang soliter. Sehingga timbul pemikiran, apakah perlu menampilkan wujud?

Pada akhirnya saya datang juga, sebuah pertentangan bathin yang sudah berhasil saya atasi. Ketika berangkat ke Bogor pun adalah sebuah perjuangan karena hujan besar di sepanjang jalan TOL Pondok Gede dan Cibubur, sangat gelap, dan deras, dan jarak pandang hanya 100 mtr saja. Tetapi anehnya di Bogor malah agat terang. Beberapa nama terlihat sudah menghiasi layar proyektor dalam struktur keorganisasian yang sangat rapi, di antaranya, Ketua: Hangga, Bendahara: Menik, yang lain saya lupa. Maaf ya.

Sekedar berpendapat saja. Di jaman TI ini, Bloger adalah sebuah kelompok strategis. Ketika melembaga, sudah pasti akan menjadi lebih strategis lagi. Semoga saja sang ketua dapat memainkan peranan strategis ini dan membawa Blogor kepada posisi yang lebih baik, dibanding ketika mereka berjalan sendiri-sendiri dibalik komputernya. Meminjam bahasanya AZRL, ketika bakteri berjalan sendiri-sendiri, dia akan tetap menjadi bakteri. Tetapi ketika bakteri itu bergabung bersama-sama dengan bakteri lain, dia bisa  menjelma “berevolusi”  menjadi makhluk lain yang lebih sempurna, maju.

Akhirnya, selamat atas terbentuknya komunias bloger Bogor, Blogor.  


7 responses to “Ikutan Menyaksikan Kelahiran Blogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: