Batik, bukan cuma untuk kondangan

Nampaknya memakai busana batik saat ini sedang nge-trend. Paling tidak itu yang saya lihat dalam beberapa bulan terakhir ini di kantor. Salah seorang Bos saya, sudah dua kali Sabtu ini selalu pakai batik. Saya pikir apa dia mau kondangan, J rupanya enggak. Menurutnya,  memakai batik saat ini sedang musim. Saya sendiri malah enggak “ngeh”.

 

Diam-diam hari Sabtu itu saya perhatikan seluruh kawan-kawan di kantor dan saya hitung siapa saja yang menggunakan batik. Eh … rupanya betul, kurang lebih 20 persen karyawan  menggunakan batik.  Suatu angka yang menurut saya cukup besar, karena sangat menyolok.

 

Sepertinya sejak hari kebangkitan nasional itu, demam batik mulai melanda di sebagian besar warga Jakarta, atau bisa jadi di seluruh Indonesia. Harian Kompas (11/6) dalam laporannya kemarin, menyebutkan bahwa demam batik ternyata sudah marak sejak dua tahun lalu.

 

Seingat saya, saat itu memang sedang gencar-gencarnya negara tetangga kita mengklaim bahwa batik adalah miliknya. Maraknya penggunaan batik oleh masyarakat kita nampaknya sebagai respon atas klaim Negara tersebut,  sekaligus memenuhi kerinduan akan warisan budaya di hari kebangkitan nasional.

 

Malam Minggu yang lalu, saya memang sengaja ke salah satu outlet Batik Keris di Kelapa Gading. Ceritanya sih, mau ikut-ikutan pakai batik, dan lebih khususnya karena besok mau kondangan ke kawan saya, Ahmad Muhajir  di Bekasi. Sementara batik yang biasa saya pakai setiap kondangan kayanya sudah bosan, (maksudnya, orang lain sudah pada bosan melihat saya pakai batik yang itu-itu terus). Masa sudah 10 tahun, enggak ganti-ganti. J

 

Akhirnya, saya menemukan moment untuk membeli batik. Semoga saja pakaian batik ini, bukan hanya demam masyarakat Jakarta sesaat. Tetapi boleh menjadi pakaian tradisi dan jati diri kita, sebagai bangsa Indonesia.

Menggunakan batik untuk saya sangat membanggakan, bahkan perancang-perancang dunia pun seperti Chloe, Paul Smith, dan Oscar de La Renta banyak yang menggunakan motif batik Indonesia untuk rancangannya. Tetapi kebanggaan saya menggunakannya selama ini sebatas hanya untuk kondangan. Hari hari mendatang, hari biasa pun saya akan usahakan untuk menggunakannya … semoga saja tidak ada yang meledek … 😀

 

Iklan

9 responses to “Batik, bukan cuma untuk kondangan

  • noonathome

    Hehe, untungnya kalo buat cewek, model bajunya macem2 dan banyak yang pas juga buat ke kantor. Barangkali designer udah harus mikirin model baju buat bapak2 yang pas juga buat ngantor. Biar gak keliatan kaya’ ke kondangan gitu…. 😀

  • nh18

    Hidup Batik …

    Ya mas …
    saya lihat sekarang .. ternyata bukan hanya ibu-ibu dan remaja putri aja yang demam batik …

    Bapak-bapak juga banyak yang make batik sekarang … walupun bukan untuk kondangan …
    kebanyakan lengan pendek … sehingga terkesan rilex … tapi tetep rapi …

    Sekarang saya setiap hari Jumat atau Sabtu ke kantor pake’ batik … hidup batik!!! 😀

  • juliach

    Ah batik bisa dipakai di semua acara: barbeque, ke pantai, jalan-jalan, pesta, kantor,………

  • Oemar Bakrie

    Kalau saya harus presentasi yg tidak terlalu formal tapi tetep harus pakai dasi biar pantes, maka saya lebih memilih pakai batik lengan pendek, yg penting nggak ribet …

  • arifrahmanlubis

    salam kenal pak.

    ya. dikantor-kantor sekarang. batik juga buat jumatan. 🙂

  • nenyok

    Salam
    He..batik sayah mah malah dibikin baju buat tidur..ya tergantung disainnya aja kali….pokoknya hidup batik budaya asli tanah air, jangan sampe dipatenkan and diakuin ma orang luar deh.
    BTW danke sudah mampir di SENYAWA, salam kenal saja dari saya 🙂

  • Abdee

    saya suka batik…. tapi yang lengen pendek.

  • ayu rahayu

    kalo saya seh emank suka bnget sama batik.. karena selain bagus punya nilai seni budaya bangsa indonesia juga kan.. makany lestarikan budaya kita. hidup batik.!!

  • adi gunawan

    kata temen-temen (terutama yg cewe)…..kalo gw pake batik tadinya ga ganteng malah jadi ganteng….batik memang hebat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: