Anak Ujian, orang tua yang repot

Photo di sebelah ini adalah anak saya, Adriel Ch. Harjo, saat ini duduk di kelas 3 SD.  Sejak Ujian Nasional SD diberlakukan, mau tidak mau saya harus ikut memonitoring perkembangan belajar anak saya yang sulung itu. Termasuk dalam menghadapi ujian semester mulai tgl 22 Mei 2008 nanti.

Bukannya selama ini saya tidak memonitor, tetapi biasanya saya mengajari anak saya, justru bukan pelajaran-pelajaran sekolah (itu biasanya tugas mamahnya). Tugas saya sendiri lebih kearah yang bersifat umum. Mencoba merangsang kreatifitas untuk melakukan percobaan-percobaan, mirip-mirip karya ilmiah remaja.

Sudah seminggu ini, setiap pulang kantor langsung mengajari anak saya, Adriel, hingga malam. Khawatir nilainya jeblok, dan lebih khawatir lagi takut ada sesuatu yang waktunya dia pelajari menjadi terlewatkan.  Sebetulnya, inti yang saya mau sampaikan pada postingan ini adalah, bahwa saya sebetulnya cenderung tidak setuju adanya UN untuk SD ini. Bagaimana menurut Anda?


5 responses to “Anak Ujian, orang tua yang repot

  • gajahkurus

    Jangankan ketika menghadapi ujian, hari biasa pun sering direpotkan oleh tugas ini itu seabreg-abreg. Anak saya kelas 2 SD sudah seabreg tugas-tugasnya. Kadang ia tidak tuntas membereskan tugasnya, kelelahan. Dan baru bisa diselesaikan di pagi hari sebelum berangkat ke sekolah.

    Betul mas, kadang yang ngerjain PR, ibunya … hi hi hi …

  • nh18

    Hmm gue banget ni Mas …
    Anak Tengah saya sedang menjalani UAS dan UASBN
    Sumpah saya pun sakit perut …

    Mari kita berdoa bersama agar anak-anak kita bisa terus maju ya mas …
    Salam saya mas Har Jon …

    Iya mas, paling gk lebih hebat dari bapaknya ini …

  • Elys Welt

    dulu pas masa2 ujian , lumayan banyak murid2 les privatku minta diskusi sebelum atau usai les, biasanya sih bab2 yg mereka anggap sulit , sering juga mereka membahas kembali soal2 ujian thn2 sebelumnya

    Oh … rupanya mantan guru les privat toh …
    Sama dong, waktu kuliah dulu, untuk menunjang biaya kuliah, saya juga menjadi guru les privat …

  • juliach

    Di Indonesia, ada-ada saja! Anak SD kelas 3 saja ada ujian National.
    Anakku di Kelas CE2 di Perancis (setara SD kelas 3), hanya 1 kali ujian National Bahasa Perancis/tahun inipun dadakan, yang artinya tidak ada pemberitahuan ke orang tua.
    Setahun dibagikan 3 kali buletin scholaire (raport sekolah) beserta hasil test-nya selama triwulan itu untuk ditandatangani. Kapan ada testnya, orang tua tidak pernah diberitahu. Jika hasilnya jelek, paling diberikan jam pelajaran tambahan oleh guru special.
    PR juga tidak banyak: math 3 soal saja, mengafalkan 1 halaman saja (itupun tulisannya besar-besar)
    Dulu aku begitu stress, tapi guru/psycolog bilang biarkan anak belajar sendiri dan semampunya dan jangan sampai anak tertekan/stress akibat belajar!

    Terima kasih Mbak untuk mengingatkannya, selanjutnya saya juga tidak mau terlalu menekan anak untuk belajar … Paling tidak saat ini, bukan saya yang menentukan waktunya belajar, tetapi dia sendiri. Termasuk mau belajar apa, terserah dia … yang penting jangan sampai menjadi dia stress …

  • mataharicinta

    salam kenal om
    neng belum punya pengalaman, soalna belum punya anak:)
    tapi dulu, papah neng memang kebagian jatah ngarahin neng ke bidang-bidang umum. urusan PR segala macem, emak neng yang mantau.

    Salam kenal juga,
    Saya pikir Neng orang Jawa Barat, ehhh … rupanya orang Medan toh …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: