Krisis Pangan dan Lemari Penyimpan Benih

Beberapa waktu lalu, dikabarkan bahwa Norwegia telah melakukan upaya penyelamatan pangan dunia dalam menghadapi situasi “hari kiamat” yang diakibatkan oleh bencana alam seperti pemanasan global, gempa bumi, maupun akibat perang nuklir. Yaitu dengan dibangunnya sebuah lemari penyimpanan benih sedunia (Svalboard Global Seed Vault) di Longyearbyen.

 

Sebuah upaya yang mirip jaman Nabi Nuh, yang berupaya menyelamatkan manusia dan makhluk hidup lainnya dari penghukuman Tuhan melalui bencana air bah. Lemari penyimpan tersebut memuat jutaan bibit tanaman dari seluruh dunia yang disimpan di kedalaman 1000 km di gunung Arctic.  Sebuah antisipasi yang cukup visioner.

 

Lepas dari upaya-upaya yang terlalu jauh ke depan tersebut, saat ini justru bencana krisis pangan sudah ada di depan mata.  Saat ini krisis pangan seolah melanda hampir di semua Negara, yang berakibat efek domino. Kondisi ini sudah membuat instabilitas geopolitik di beberapa Negara.

Beberapa faktor pemicu krisis pangan tersebut, adalah sebagai berikut:

Pertama, kondisi haus pangan yang dipicu booming ekonomi di China dan India, yang mengakibatkan lonjakan harga. Kedua, iklim yang tidak kondusif dan efek pemanasan global menyebabkan produksi pangan gagal. Negara-negara penghasil pangan seperti Thailand, India dan China akhirnya memberhentikan ekspor dan lebih memprioitaskan kebutuhan dalam negeri.  Kecuali Indonesia yang justru malah mau mengekspor. Lho? Nampaknya sejauh ini kedaulatan pangan (kemampuan Negara memenuhi kebutuhan pangan warganya)  belum menjadi visi pemerintah. Padahal krisis pangan jelas-jelas sudah di depan mata. Ketiga, pemenuhan kebutuhan pangan menyebabkan kebutuhan energi berbasis fosil yang juga besar.  Keempat, tekanan terhadap energi fosil yang begitu besar menyebabkan banyak Negara mencari alternative energi (Biofuel), seperti  jagung, gandum, kedelai, dsb. Celakanya, upaya ini justru berbenturan dengan kepentingan perut.

Inilah kondisi real yang mulai kita hadapi hari-hari ini. Entah sampai kapan ?

Bagaimana menurut Anda?


One response to “Krisis Pangan dan Lemari Penyimpan Benih

  • indra kh

    Sayangnya para tokoh di negeri ini belum berpikir antisipatif, padahal masyarakat yang kelaparan (saya tidak setuju dengan istilah rawan pangan) hingga akhirnya meninggal dunia sudah mengemuka dan tampak jelas di layar kaca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: