Kisah Jadul dan kuliner di Surya Kencana

Sebetulnya ini adalah kisah jadul. Kebetulan kemarin (4/5) Kompas, menuliskan riwayat tentang kota Bogor, khususnya wisata kuliner di Jalan Surya Kencana. Membuat saya tertarik untuk mencoba menyusuri jalan-jalan di kawasan ini kembali.

 

Empat tahun saya kuliah di Bogor (1987 – 1991), tentu jalan ini  tidaklah asing. Saya sering menikmati kesendirian (maklum, saya seorang soliter) dengan keluyuran malam-malam di kawasan ini. Sesuatu yang menurut saya, sangat mengasyikan.

 

Ketika itu, perjalanan dimulai dari pintu gerbang Kebun Raya Bogor, selepas turun dari angkot 06 . Saya sangat menikmati melihat kesibukan pedagang-pedagang sayur dan buah-buahan  di tempat ini. Sejak pukul 22.00 wib mereka sudah sangat sibuk menggelar dagangannya hingga esok hari..

 

Siang ini, saya kembali menyusuri jalan-jalan di daerah ini. Bedanya, jika dulu setiap melihat jajanan, cuma bisa melirik, tidak pernah beli, karena memang tidak punya uang. Bisa kuliah saja saat itu sudah sangat bersyukur.  Pernah juga sesekali nonton di Rangga Gading atau Bogor Theater.

 

Dan saya baru “ngeh” kalau bioskop-bioskop itu saat ini ternyata sudah tidak ada.  Waktu seolah, begitu sangat cepat berlalu, sepertinya baru juga kemarin.

 

Ada 16 lokasi wisata kuliner di Jalan Surya Kencana, yang ditunjukan Kompas, di antaranya: Laksa Ace, Nasi uduk cece, Es Pala Okip, Soto Bogor Maman, Lumpia Basah Anton, Roti Singapura, Asinan Lengkap, Toge Goreng Gang Besi, Soto Pak Yusuf, Bir kocok jahe Pak Acep, Asinan Jagung Gang Aut, Soto Bogor Pak Salam, Es Krim Durian Doto, Asinan Gedung Dalam, dan Toko Roti Tan Ek Tjoan.

 

Nanti, semua satu persatu akan saya coba cicipi, sebagai pembalasan dendam ketika saat kuliah dulu. Hari ini, akan saya coba mulai dengan mengunjungi Soto Pak Yusuf dulu.

Tahu enggak? yang namanya Soto Pak Yusuf, sebetulnya hanyalah pedagang makanan di emperan toko di jalan Surya Kencana. Hanya terdiri dari beberapa buah bangku plastic saja yang tersedia. Untuk makan di tempat, tentu saya harus antri berdiri dulu. Sebuah layanan yang sangat bersahaja. Justru di sinilah daya tarik kuliner di kawasan Jalan Surya Kencana. Itu sebabnya tidak aneh penggemar Soto Pak Yusuf yang harganya Rp 14.000,- permangkok  ini sangat banyak, yang datang kebanyakan kendaraan berpelat B (Jakarta). Ketika ke sana, di samping saya ada seorang Ibu, yang paginya rupanya sudah datang tetapi kehabisan. Sore ini adalah kunjungan yang kedua, setelah yang pertama gagal, karena sudah kehabisan. Dan ternyata sorenya juga kehabisan. Ketika saya coba santap, rupanya memang enak banget.

Untuk itu saudara-saudara, saya rekomendasikan untuk coba mencicipi !.

 

Iklan

7 responses to “Kisah Jadul dan kuliner di Surya Kencana

  • indra kh

    Sampai saat ini salah satu makanan yang membuat saya penasaran adalah toge goreng. Rasanya gimana sih mas? Diolah dari apa saja, apakah mirip mie goreng, hanya perbedaannya di sini bahannya diganti toge?

    Cuma namanya saja toge goreng, padahal sama sekali tidak menggunakan minyak. Seingat saya, bahan dasarnya: Mie, toge, dan oncom yang dimasak di atas nampan yang berisi air yang dipanaskan oleh kayu bakar di bawahnya. Selanjutnya disiram dengan bumbu tauco. Setahu saya, toge goreng yang enak dan terkenal di Bogor tuh, toge goreng pak Gebro, di samping terminal Baranang Siang.

  • nh18

    WWaaahh Jo’
    Jangan gitu dong …
    Bikin gua nostalgia aja nih …

    Ah Asinan …
    Ah Bemo …
    Ah Kebon Raya …
    Ah Taman Koleksi …

    Aaaahhhhh … aku kangen Bogor …!!!

    Sama mas … sudah tua begini, masih saja, selalu ingin ke Bogor. Seperti ada magnetnya … 😀

  • Okta Sihotang

    simple..but nice tuh makannya..jadi laperrrrr 😦

    Saya dulu, suka menganggap lucu, makan koq melingkari si penjual sambil duduk pake bangku pendek atau sambil jongkok …
    Dan suer, waktu itu gk pernah beli, baru kali ini aja … 😀

  • elyswelt

    jadi ngiler nih liat fotonya 😀

    Ya, datanglah ke Bogor …

  • trijokobs

    catet…
    kapan-kapan disamperin..

    Sip lah, catetnya di blog ya …

  • dra

    kenkmatan yang tiada tara……. untuk makan toge goreng, mak….nyusssssssssssssssssss

  • BOMBOM

    eh, ada yang ketinggalan kuliner di bogor juga ada Tauge Goreng Mak Epon di Jl. Padasuka (gg.Besi) rasanya enak lho…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: