Ternyata, Susu Formula itu mengandung Enterobacter

Hipotesis bahwa keberadaan Enterobacter sakazakii pada susu formula dan korelasinya terhadap meningitis pada bayi sudah teridentifikasi sejak tahun 1983. Dengan hipotesis tersebut, banyak para peneliti di berbagai negara yang melakukan penelitian tersebut. Salah satu di antaranya adalah peneliti dari IPB, Dr. Sri Estuningsih dan timnya yang telah berhasil mengungkapkan bahwa 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April – Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazaaki. Lebih lanjut, penelitian yang diujicobakan pada mencit terungkap bahwa E. sakazakii dapat menyebabkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis ( infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapirsan urat syaraf tulang belakang dan otak). Hasil lengkap penelitian tersebut bisa dilihat disini.

<!–more–>

Menkes sempat menuduh bahwa bahwa riset tersebut, merupakan pesan sponsor dari produk tertentu, tetapi pihak IPB membantah bahwa dana penelitian tersebut murni berasal dari Direktorat Pendidikan Tinggi Dep, Pendidikan Nasional. Jadi tidak ada kepentingan apapun selain untuk keperluan ilmu pengetahuan. Seluruh tim peneliti pun bergelar Doktor, sehingga tidak perlu diragukan lagi mengenai metodologi penelitian tersebut.

Apakah produk ini akan ditarik dari pasaran, sebagaimana saran dari YLKI? rupanya masih menunggu hasil pengecekan tim gabungan antara Depkes, Deptan, BPOM, dan IPB. Tugas dari tim adalah, Depkes akan meneliti proses pembuatan, Deptan pada bahan dasarnya, dan BPOM pendekatan kepada produsen.

Ketika banyak masyarakat mendesak untuk mengumumkan merek-merek susu formula yang tercermar bakteri tersebut. Sebelumnya BPOM menjawab bahwa penelitian tersebut sudah lama, sehingga saat ini susu yang tercemar tersebut sudah tidak diketemukan lagi, baca di sini .
Ada yang menyarankan: yang bisa dilakukan sejauh ini adalah : susu harus diseduh dengan suhu minimal 70 derajat Celsius, serta harus dikonsumsi segera, dan tidak boleh disimpan lebih dari 4 jam setelah dicairkan.

Kalau saya, lebih menyarankan kembali ke nature-nya, yaitu ASI. Pemberian ASI adalah tahapan terpenting dalam kehidupan manusia, karena mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, khususnya system imun pada bayi.

Anehnya, justru kebanyakan wanita moderen malah enggan memberikan ASI-nya. Padahal selain kodratnya untuk memberikan ASI, wanita yang memberikan ASI justru lebih kebal terhadap kanker payudara. Sebagai makhluk Tuhan yang bernama manusia, seharusnya sadar. Jangan sampai anak-anak kita akan memanggil  moooooohhhh karena kebanyakan susu Sapi dari pada susu Ibu.


3 responses to “Ternyata, Susu Formula itu mengandung Enterobacter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: