Jatake

gandaria

Kemarin, pas nguliner di sekitar jalan Surya Kencana Bogor, ada abang-abang yang lewat dengan pikulan berisi buah kecil-kecil seperti pada gambar di atas.

Buah itu memang jarang ada yang jual di Jakarta. Mungkin rasanya yang sangat asem apalagi seukuran kecil-kecil begitu. Pastinya banyak orang yang kurang suka. Tapi bukan berarti tidak ada, minimal istri saya. Istri saya paling suka buah itu untuk dibuat menjadi sambel.

Hari itu juga, saya upload gambar itu di facebook, iseng-iseng tanya ke temen-temen, apakah ada yang mengenal buah tersebut? Tanpa diduga, ternyata dari 10 yang merespon, yang menjawab dengan betul hanya 3 orang saja hehehe … mungkin fotonya yang kurang bagus, sehingga kurang jelas? atau memang sama sekali tidak dikenal? Padahal buah itu adalah buah dari identitas flora Jawa Barat. Namanya: Jatake atau nama lain, Gandaria. Tanaman yang memiliki nama latin Bouea macrophylla ini termasuk ke dalam family Anacardiaceae. Seharusnya memang dikenal, minimal oleh penduduk Jawa Barat.


Perjalanan dari Brussel ke Luxembourg

IMG_2644

Jam masih menunjukan pkl 05.00 ketika terbangun. Saya memang harus tepat waktu untuk bangun. Mengingat perjalanan selanjutnya adalah menuju Luxembourg. Sebuah Negara mungil, yang katanya sangat makmur. Hal apa yang menarik di sana, saya tidak tahu. Satu satunya alasan saya berkeinginan kesana, karena jaraknya yang dekat dengan Brussel. Mumpung ke Eropa, kenapa nggak sekalian saja dikunjungi. Palingga nggak, sekalian mengoleksi jumlah Negara yang pernah saya kunjungi yang kemudian saya tuliskan di blog ini. Pastinya, keren.

IMG_2647
Semua pakaian, gadget, buku-buku, sudah saya kemas ke dalam backpack. Dan saya harus berada di terminal pemberangkatan tepat pkl 06.30.
Dan masalah pun muncul, ternyata pintu keluar penginapan terkunci, dan tidak ada petugas resepsionis yang menjaga. Untuk membukanya butuh proses yang cukup memboroskan waktu untuk hal yang seharusnya nggak perlu. Mulai panic, karena waktu tersisa hanya 10 menit lagi.
Di saat yang genting itu, syukurlah sang penjaga penginapan terbangun, dan menginformasikan, agar keluar melalui jalan berputar. Sayangnya pintu ini tidak saya perhatikan sejak menginap pertama kali di sini. 
Sambil setengah berlari, saya menuju terminal bis yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan tempat saya menginap. Pagi itu sudah terlihat ramai oleh para penumpang yang sedang menunggu bis. Bebeberapa calon penumpang nampak complain, karena bis yang seharusnya ditumpangi sudah pergi, terlambat. Dan dari pembicaraan itu, terdengar kalau sudah tertinggal sudah tidak bisa lagi. Tiket hangus, tidak bisa dbantu lagi, meskipun ada bis sejenis dengan tujuan yang sama. Tetap tidak bisa.
Beruntung, bis yang akan saya gunakan masih belum datang. Tetapi itu pun nggak lama kami menunggu, karena bus double decker megabus yang berwarna biru itu merapat tepat di sebelah tampat saya berdiri. Walaupun masih ragu, saya menaruh backpack saya di bagasi dan masuk ke dalam bus. Dan menyerahkan tiket yang sudah saya pesan sebelumnya. Kenapa harus ragu? Ya, karena nominal tiket yang saya beli itu hanya tertulis 1 EUR, apa nggak salah?
Ternyata nggak salah, harganya memang segitu. Syukurlah. Dan bis pun meluncur di atas aspal yang mulus. Apalagi bis sebesar itu hanya diisi oleh 6 orang penumpang saja. Sambil sesekali menikmati pedesaan di kiri kanan jalan raya. Mantab!


Atomium, Bangunan Berbentuk Molekul Raksasa

IMG_2431

Atomium adalah sebuah monumen berbentuk molekul raksasa di Brussel. Menurut informasi bahwa, bangunan ini didirikan dalam rangka expo fair pada tahun 1958.

IMG_2444

IMG_2426

IMG_2445

Monumen setinggi 103 meter tersebut memiliki Sembilan buah bola yang diameternya 18 meter. Kita bisa melihat pemandangan kota Brussel dari bola yang paling atas ini.

IMG_2463

IMG_2457

Monumen ciptaan Andre Waterkeyn Jean Polak ini awalnya didesain untuk 6 bulan saja, tetapi perkembangannya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis, bahkan menjadi icon kedua Brussel setelah manekin pis.

IMG_2471
Untuk mencapai Atomium bisa dengan menggunakan tram ataupun bis umum. Tidak sulit.

 

 

 

 

 

 


Menyusuri Alun-alun Grote Markt, Brussel

IMG_2403

The Brussels Town Hall

Brussel adalah ibukota Belgia yang terletak di antara Belanda, Perancis dan Jerman. Sebuah tempat yang sangat strategis sehingga, Brussel menjadi daya tarik wisatawan di Eropa Barat untuk mampir. Karena selain menjadi tempat persinggahan juga memiliki dua bahasa resmi, Perancis dan Belanda.

Beberapa tempat menarik yang bisa dilihat di kota ini:

Grotte Markt (Grand Place)

Panorama Grand Place, Brussels

IMG_2381The Maison du Roi (King’s House) or Broodhuis (Breadhouse)

Sesuai namanya, Pasar Raya, adalah sebuah pasar besar. Tempat berkumpulnya warga Brussel untuk bersantai sambil menikmati coklat dan minum bir.  Grote Markt adalah kawasan kota tua yang didirikan sejak abad ke 11, di pusat kota Brussel. Grand Palace ini ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Sehingga tempat ini merupakan tempat terpenting yang wajib untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Jalannya terbuat dari batu-batu alam semacam conblock tetapi terlihat sangat kuat. Ketika kesana, terlihat ribuan turis berbaur menikmati keindahan bangunan tua yang mengelilingi alun-alun tersebut. Di sisi timur terlihat gedung dengan menara yang menjulang tinggi (town hall), yang juga merupakan kantor wali kota Brussel (Stadhuis).

Mannekin Pis

IMG_2510

IMG_2509
Sebetulnya patung seorang anak kecil yang sedang pipis membentuk air mancur. Lokasinya tidak jauh dari Grand Place, sekitar dua blok jauhnya yang terletak di sebuah gang kecil. Inilah patung legendaries, yang ukurannya Cuma seuprit tetapi menjadi terkenal dan menjadi icon kota Brussel.
Saint Hubert
Letaknya di sebelah Barat Daya Grand Place, yang merupakan sederetan bangunan kuno yang dijadikan tempat penjual cinderamata.

IMG_2346

 


Mencari Transportasi dari Amsterdam ke Brussel

Berburu tiket termurah adalah seni dalam perjalanan berbasis ransel. Apalagi perjalanan kali ini adalah ke Negara-negara yang secara ekonomi terbilang maju, sehingga biaya perjalanan pastinya akan sangat mahal.  Rencana perjalanan saya adalah dari Amsterdam ke Brussel. Saya tidak tahu di Brussel ada apa, nggak penting, yang penting bahwa saya sudah mengunjunginya, itu saja. Masalah tempat menarik, nanti akan coba dijelajahi. Itulah hakekat tujuan perjalanan. Mencari tahu.

Dilihat di Google Maps, sepertinya jarak antara Amsterdam ke Brussel sangat dekat. Ini adalah alasan utama saya untuk mampir di Negara tersebut. Ada beberapa moda transportasi dari Amsterdam menuju Brussel, di antaranya adalah:

Kereta, Thalys, harga termurah adalah 58 € untuk 2 orang, dengan lama perjalanan 1 jam 51 menit.

Ams - Bru by Thallys

Bus Eurolines, harga tiket 22 €, dengan waktu tempuh 4 jam.

Ams - Bru by Eurolines

Bus iDBUS, harga tiket 38 €, dengan waktu tempuh 3 jam. AMs - Bru by IdBUS

Dan Bus Megabus, harga tiket 7 – 12 £, dengan waktu tempuh adalah 3 jam.

Ams - Bru by Megabus

Dari pilihan tersebut, tentu saja saya menggunakan megabus.
Lokasi pemberangkatan di Zeeburg P&R coach

Station Bus Amsterdam

The Amsterdam stop is located at Zeeburg P&R coach park at Zuiderzeeweg. Express tram 26 from Central Station [4 intermediate stops], or Bus 37, 245.

Station Bus Brussel

 

 

 

 

 

 

 

 


Perjalanan Menuju Brussel

IMG_2360

@Brussel, 24 April 2015

Dua malam saya menginap di Amsterdam, sekarang perjalanan di lanjutkan ke Brussel. Letak Brussel dari Amsterdam tidak terlalu jauh, hanya butuh 3 jam perjalanan dengan bus. Perjalanan cukup menyenangkan, karena di setiap bangku disediakan charger HP, juga tersedia jaringan wifi. Lumayanlah, buat update status, atau ngeblog  :)

IMG_2338Jalanan sangat mulus, tidak ada lobang, lurus. Di kiri kanan jalan dipenuhi taman-taman yang indah. Sepertinya bukan taman sih, karena banyak ternah sapi, mungkin ladang-ladang penggembalaan. Tetapi buat saya itu seperti taman karena memang sangat menarik. Sejauh mata memandang hanya terlihat padang rumput dan ladang gandum.

Memasuki Brussel perbedaan sudah nampak nyata, khususnya dari bentuk bentuk bangunan. Bangunan, sama dengan bentuk bangunan pada umumnya seperti di Jakarta. Tidak ada yang unik.
Satu satunya penanda kota adalah keberadaan manekin pis. Bentuknya kecil, tidak mencolok, itupun terdapat di sudut jalan. Saya pun tidak menyadari, kalau penanda kota itu sudah dua kali saya lewati, dan baru menyadari di hari terakhir meningalkan kota tersebut.
Jadi, kalau ada patung anak kecil yang sedang kencing di tempat lain bisa dipastikan meniru patung di sini. Penanda lain adalah keberadaan atomium. IMG_2503

Kondisinya memang tidak semeriah Amsterdam, yang menurut saya kota yang sangat romantis. Pengemis banyak ditemui, khususnya di sekitar Grand Palace hingga ke pusat perbelanjaan. Saya sendiri menilai sebuah negara sudah berhasil mensejahterakan rakyatnya adalah dengan melihat seberapa banyak pengemis dijalanan. Di Amsterdam, nyaris tidak saya temui. Meskipun dibutuhkan konfirmasi lebih lanjut, tetapi itu hanyalah pendapat pribadi. Bisa saja salah. Benar salah nggak penting lah, namanya juga pendapat pribadi. Silahkan kalau mau komplain, tulis saja di komentar.

Memperhatikan hal itu menjadi menarik dalam melakukan perjalanan ke beberapa tempat pada beda daerah maupun negara. Menarik, jika di Belanda kita mengenai kejunya yang enak. Maka di Belgia, yang terkenal adalah coklat dan birnya. Saya suka dengan coklat, tetapi terus terang saya lebih menyukai bagaimana keanekaragaman coklat dan bagaimana mereka mengemasnya. Canti-cantik, bagus untuk dijadikan hadiah.

IMG_2343Hal yang kurang menarik bagi saya adalah seringnya suara sirine dari mobil polisi. Cukup mengganggu, berisik. Selama di sini saya menyaksikan beberapa kasus yang melibatkan polisi. Menunjukan bahwa perjalanan ke sini sepertinya memang kurang aman.

 


Foto: Tulipa “Sweetheart”

IMG_1970

Foto: Bunga Tulip “Sweetheart”, Keukenhoff, Lisse, Belanda (22/04/2015)


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 84 pengikut lainnya