Mencoba produktif ngeblog

Tetap kreatif memang butuh perjuangan, walaupun masih di atas tempat tidur dan jarum infus masih bercokol di lengan kiri saya. Setelah sebelumnya berpindah dari lengan kanan yang sempat bergeser karena aktifitas saya menulis.

Jarum itu tertekan dan bergeser, sehingga obat obatan tidak bisa dimasukan lagi di tempat yang sama. Hadeuhhh…  terbuktikan, menulis itu butuh perjuangan ☺

Apa yang saya tulis, memang cukup penting buat saya, karena sekali waktu mungkin saya memerlukan informasi ini. Khususnya pengenalan obat yang saya konsumsi selama di rumah sakit ini. Salah satu diantaranya.

  • Amlodipine Besylate

Ini adalah obat keras, penggunaanya harus benar benar di bawah pengawasan dokter. Obat ini rupanya penting dalam keadaan darurat bisa digunakan untuk penderita angin duduk, serangan jantung,  stroke, dan tekanan darah tinggi. Banyak kasus kematian mendadak karena penyakit ini. Sepertinya saya harus menyediakan ini obat.

Fungsi obat ini untuk memperlancar peredaran darah dengan melancarkan dan memperlebar dinding pembuluh darah menuju jantung, sehingga dapat mengalir lancar. Dosis ada yang 5 mg s.d. 10 mg.

  • Methyl Prednisolone

Adalah nama generic. Termasuk jenis obat steroid, mengurangi peradangan dan pembengkakan dan imflamasi berbagai penyakit seperti alergi dan asma. Nama dagangnya macam macam spt Sanexon, dll. Sejak kemarin saya gunakan ini dengan cara disuntik.

  • Candesartan Cilexetil 8 mg

Ini adalah obat untuk tekanan darah tinggi. Dengan disembuhkannya masalah ini maka persoalan lain spt stroke, gagal jantung, dan pembuluh darah dapat teratasi. Obat ini mampu menghambat penyempitan pembuluh darah.

 

 

 


Merdeka itu …

Merdeka itu, kalau hari ini bisa keluar dari rumah sakit, dan penyakit nggak kambuh lagi. Sekedar berharap.

Sebetulnya, direncanakan  hari ini pulang, setelah sejak hari Minggu saya masuk. Tetapi pagi tadi sempat sesak nafas lagi. Perawat memasangi oksigen dan di nebulaser lagi. Kalau sudah sesak memang cukup menderita, cuma dikasih helaan nafas hanya beberapa detik dan dada terasa sakit. Yah,  inilah untungnya kalau masih di rumah sakit, ada fasilitas, kalau sudah dirumah? Apa nggak kelabakan? Khawatir kejadian seperti hari itu.

Walaupun sekarang sudah agak mendingan. Walaupun tensi tadi pagi sempat 150/20 sekarang sudah kembali normal di 120/80. Tetap ragu untuk pulang. Kalaupun pulang, sepertinya harus membeli tabung oksigen dan nehulaser lebih dulu.

Awal masuk rumah sakit?

Bermula sejak awal puasa yang lalu, mungkin karena paparan debu kertas yang ada di rumah. Saya memang agak sensitif terhadap debu, udara dingin, parfum dan asap rokok, walaupun sudah menggunakan masker rupanya tetap terkena, mengakibatkan sesak nafas.

Saya bawa berobat, sembuh. Beberapa hari kemudian kumat lagi, berobat lagi, ditambah obat hirup ventrolin, sembuh. Belakangan disemprot ventrolin tidak berpengaruh. Minggu itu, hampir mau mati rasanya, karena tidak bisa menghela nafas. Saya teringat untuk tetap tenang melawan ketidaktenangan itu. Semua pemikiran negatif saya alihkan ke hal hal positif, berhasil. Ada sedikit tambahan helaan nafas lagi. Bersyukur, masa kritis terlewati.

Langsung dibawa ke rumah sakit sampai hari ini.

 


Dari Lucerne Menuju Basel

Basel, April 30,  2015 (late post)

basel2

Perjalanan saya selanjutnya adalah menuju Basel. Basel, bukanlah tujuan perjalanan saya, tetapi hanya sekedar transit untuk selanjutnya menggunakan kereta menuju Paris, Perancis.

Dari Luzern ke Basel via Olten,  saya menggunakan kereta. Harga tiketnya CHF 33.

Mengapa melalui Basel, walaupun banyak alternatif, saya memilih ini, karena lebih murah dan saya bisa menggunakan kereta malam dan tidur di kereta. Lumayan menghemat biaya hotel.

basel4

Sampai di Basel masih sore, sekitar pukul 16.00, sedangkan kereta yang akan menuju Paris masih lama, sekitar pukul 22.00 nanti malam.

basel3

Sambil menunggu waktu, saya habiskan untuk melihat-lihat kota Basel. Sayangnya, sore itu cuaca mendung dan hujan rintik-rintik. Saya menggunakan salah satu kereta, entah tujuan kemana saya nggak tahu, tetapi saya menggunakan kereta yang sama untuk balik lagi ke tempat saya naik tadi.  Sehingga tidak banyak hal yang bisa saya catat dan sampaikan di blog ini.

 

 

 

 


Diproteksi: [Firman] Mazmur 6:31-37: Keadaan, Waktu dan Uang

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


[Video] Menikmati Keindahan Mt. Titlis, Switzerland

Mt. Titlis, Engerberg, Switzerland, May 1, 2015 (late post)

 

 


Tempat-tempat Menarik di Lucerne

Lucerne, April 29, 2015 (late post)

Lucerne atau Luzern sebetulnya menunjuk kota yang sama. Nama kota ini berasal dari kata Lorezzeria yang artinya pemukiman di tanah berawa.  Setelah seharian kemarin saya habiskan di Mt. Titlis dan Engelberg, saat ini saya mau menghabiskan waktu saya di Lucerne.

Beberapa tempat menarik yang sempat saya kunjungi adalah sebagai berikut:

Danau Luzern

Ini adalah danau yang berada di pusat kota Luzern.  Kabarnya merupakan tempat pelarian Williem Tell. Siapa William Tell?, saya juga nggak tahu, mungkin yang penasaran bisa cari di Google.

Di atas danau tersebut juga terdapat Chapel Bridge. Ini adalah jembatan kay tertua dan sangat terkenal di Eropa. Di mana di ujung jembatannya terdapat benteng kota yang diberi nama Kapel Petrus. Jembatan ini dibangun sejak tahun 1333.

Lion Monument

Merupakan monumen patung singa mati. Monumen ini didirikan untuk mengenang jasa para tentara bayaran Swiss yang tewas selama revolusi Perancis.

Kesemua ltempat wisata di atas, letaknya tidak jauh dari penginapan saya, hanya jalan kaki, sekitar 500 meter. Kalau mau naik bis pun, gratis, ini dia bisnya:

luzern8

luzern9

Bersambung

 

 


[Foto] Menikmati Keindahan Mt. Titlis, Swiss

Mt. Titlis, 29 April 2015 (late post)

Mt. Titlis, Switzerland, 28 April 2015