Diproteksi: Lelang Cepat Pengadaan Mesin Tempel

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Bagaimana bersikap, terhadap Staf yang tidak bertanggung jawab?

Hari ini, saya harus mengurus STNK yang ditilang dan bukti tilangnya pun katanya hilang pulak. SIM ybs yang harusnya dijadikan jaminan tilang. Entah kenapa menggunakan STNK?. Soal pelanggaran seharusnya terkait dengan sipengemudi yang dibuktikan dengan SIM.

Dan gilanya lagi, ternyata kejadiannya sudah hampir 1 tahun yang lalu. Luar biasa!. Benar-benar tidak bertanggungjawab, bekerja seenak udelnya!

Jadi selama ini staf saya membawa kendaraan motor tidak menggunakan STNK. Dan sialnya lagi, BPKB nya pun juga hilang entah kemana.

Bagaimana bersikap? Seharusnya sih di pecat!

Nanti saya akan update.


Menghadiri Undangan Kualifikasi di Pemprov DKI

Hari ini, Senin 17/6/2019, menghadiri undangan kualifikasi di Kantor Walikota Jakarta Timur. Sudah lama sebetulnya tidak mengikuti tender yang diadakan oleh LPSE Jakarta. Semoga saja, keberuntungan kali ini berpihak pada saya ☺.

Menang atau tidak, nanti akan ditulis.


Hari ini Tugas ke Cilacap

Sebuah catatan yang sebetulnya ngga begitu penting. Tapi karena target, setiap hari satu posting, sambil menunggu kereta yang ternyata delay, karena ada kebakaran. Entah kebakaran di mana. Tadi saya dengar sayup2 pemberitahuannya seperti itu sehingga menyebabkan delay.

Kereta eksekutif ini berangkat pkl 22.05 dari Station Gambir dan tiba di Cilacap diperkirakan sekitar pkl 04.57 besok pagi. Harga tiket Rp 270 ribu dengan tujuh jam perjalanan!

Pastinya seru, sudah lama ngga berkeretaan, malam-malam pulak 😀 Nikmati aja, apalagi tiket pesawat sekarang lagi musim mahal ☺ Pekerjaan seberat apapun jika disertai hati yang gembira akan terasa menyenangkan. Lagian kalau naik pesawat pun mau landing dimana? 😀

“Life ia never flat”

Sudah lama direncanakan ke Cilacap, tapi pekerjaan/persoalan lain yang harus diselesaikan lebih dulu shg rencana ke sini berkali-kali gagal.

Semoga sampai ditujuan dengan selamat, pekerjaan selesai, dan kembali lagi ke rumah dengan selamat.


Mendaki ke Bukit Campohan, Ubud

Tempat fotogenik yang paling menarik di Bali. Itu katanya, tentu tidak semua sepakat, hanya berlaku bagi yang suka dengan keindahan alam. Bagi yang tidak suka tentu tempat yang sangat menyengsarakan, harus berkeringat.

Bukit Campuhan hanyalah bukit dengan punggung yang memanjang, di sisi kiri dan kanannya lembah yang cukup curam. Cocok untuk berolahraga, joging, atau bersepedahan sambil menunggu matahari terbit maupun terbenam.

Soal lokasi, saya tidak perlu jelaskan lagi. Tinggal buka aplikasi google maps, ketikan “bukit Campuhan”, pasti ketemu, karena sebuah tempat yang paling sering dikunjungi.

Untuk mencapai ujung bukit hanya butuh 15 s.d. 20 menit saja. Namun karena perjalanan yang sedikiy menanjak ada baiknya membawa persediaan minuman.


Menikmati Keindahan Tegallalang Rice Terrace, Bali

Ini adalah lokasi kedua yang saya kunjungi selama libur lebaran tahun 2019 ini.

Saya sudah sering ke Bali, bahkan hampir setiap tahun. Tetapi baru kali ini saya mampir di Tegallalang Rice Terrace. Sebuah tempat yang menurut saya sangat romantis wajib di kunjungi jika Anda ingin ke Bali. Kita bisa memandang keindahan sawah khas Bali ini dari atas bukit sambil minum-minum kopi atau cemilan di sekitar pinggiran bukit.

Dari atas bukit ini kita bisa mengambil foto dengan obyek yang pastinya sangat indah. Kalau mau sedikit capek, kita bisa berjalan di antara terasering, sambil menikmati tanaman padi yang sudah menguning. Berfoto di antara terasering di antara undakan sawah-sawah itu adalah pengalaman yang tidak terlupakan. Banyak para turis menggunakannya untuk keperluan prewed. Sebuah ikon pertanian yang sangat bagus, bukan saja untuk Bali, tetapi juga terkenal di seluruh dunia.


Berkunjung ke Desa Penglipuran

Ini adalah tulisan tentang perjalanan libur lebaran tahun ini, 5 s.d. 8 Juni 2019. Saya tulis tidak sesuai urutan waktu, tapi ditulis dengan yang paling akhir dikunjungi, yaitu Desa Penglipur.

Berkunjung ke Bali, biasanya obyek wisata yang dilihat hanya pura. Kali ini tempat wisata yang saya kunjungi ini agak berbeda sedikit, karena lebih menonjolkan suasana pedesaan Bali sesungguhnya, seperti: adat budaya, pemukiman, makanan, dsb.

Sayangnya ketika ke sini, bukan waktu yang tepat, tidak ada upacara keagamaan yang biasanya meriah dan menjadi tontonan menarik dengan aneka bunga, janur, umbul-umbul khas Bali, sesaji di atas kepala yang dibawa para wanita dengan pakaian adat khasnya. Kalau saja waktunya pas, hasil foto-foto yang dihasilkan pastinya bagus. Sayang!

Saya sebut unik, karena Desanya sangat bersih dan tertata rapi. Tidak salah kalau desa ini dinobatkan sebagai desa terbersih sedunia. Lokasinya  di tengah-tengah hutan bambu dengan tajuk yang amat rimbun, perkebunan dan berada di atas 700-an dpl.  Penduduknya berasal dari Deda Buyung, Kecamatan Kintamani. Bentuk rumah-rumah penduduk seragam, tidak ada yang menonjol. Yang sedikit membedakan adalah koleksi tanaman di depan rumahnya, agak sedikit berbeda.

Saya juga sempat menikmati minuman khas Desa Penglipur, yaitu loloh cemcem. Rasanya seperti jus buah kedondong, ada asem, manis, rame rasanya tetapi menurut si bapak penjual, bukan. Minuman ini dibuat dari daun cemceman.