Menikmati Kota Luxembourg

Late post, Luxembourg, 24 April 2015

Perjalanan dari Brussel sampai di kota Luxemburg hanya butuh waktu 3 jam, sehingga sampai di kota Luxembourg masih terlalu pagi. Jika langsung ke tempat penginapan tentu saja

IMG_2540

Station bus dalam kota, Luxembourg

ditolak, karena masih terlalu pagi. Sambil menunggu siang,  kami habiskan waktu untuk berkeliling kota sekitar terminal bus yang kami tumpangi tadi.

Di depan terminal ada station kereta, yang sudah terintegrasi  dengan  terminal bus antar Negara, dan bus dalam kota.  Kotanya cenderung sepi.

IMG_2640

Suasana di dalam station kereta

Orang-orang Luxembourg memang terlihat berbeda, karena banyak orang kaya Eropa tinggal di sini. Terkesan keren dan mewah. Terlihat dari cara mereka berpakaian dan mobil yang dikendarai. Ini disebabkan warganya berpendapatan tinggi dan pengangguran yang rendah. Sangat berbeda dibanding negara yang saya kunjungi sebelumnya.

Biaya hidup di negeri ini tergolong di atas

IMG_2631

Ritual keagamaan penduduk di Luxembourg

rata-rata negara-negara Eropa lainnya. Tidak heran, untuk menyiasati tingginya biaya hidup, banyak tenaga kerja asing yang bekerja di Luxemburg, lebih memilih tinggal di Belgia, yang merupakan tetangga negeri mungil ini. Kualitas hidup benar benar diperhatikan, di saat libur, tidak ada toko yang buka. Disamping itu penduduknya pun sangat religius.

 

Pkl 13.00, baru kami mencari lokasi penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya secara online, yaitu Hotel Stand’Inn dengan alamat Rue du Brill, L-3897 Foetz,

IMG_2637

Bis yang menuju penginapan, No 205

Luxembourg City, Luxembourg. Di luar dugaan,  tempat penginapan ini ternyata cukup jauh dari pusat kota. Kami memilih hotel ini, karena paling murah di antara deretan hotel-hotel yang tersedia di Kota Luxembourg.  Walaupun murah, tetap merupakan hotel backpacker paling mahal selama kami menginap di Eropa.

20150426_072758

Sarapan di Hotell Stand’Inn

Untuk menuju ke penginapan harus menggunakan bis No 205 dari terminal dengan harga tiket 2 EU.

Di sebelah hotel tersebut pun ada Restauran  China, Thailan, namanya restaurant DAO.

20150425_183425

Makan siang Restauran DAO, Luxembourg

Pemilihan tersebut bukan karena suka dengan masakan China, pastinya ada nasinya. Ini penting, karena selama di Brussel kemarin sama sekali tidak ketemu nasi, bikin lemes.  Makan roti atau burger tentu saja nggak nendang. :)

Bersambung


[Catatan] Penampilan Tuhan Sebagai Gembala, Imam Besar dan Penjunan

Catatan Firman ini disampaikan hamba-Nya di Cikini, AS, 17 April 2016

pintuYohanes 10:9, Akulah pintu ; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Pintu hanya satu, kemanapun kita beribadah (ke gereja) akan menemui pintu yang sama. Tidak perlu untuk berkeliling terus beribadah, bagaikan kehidupan yang tidak tergembala. Setialah dalam penggembalaan di mana kita beribadah.

Kalau kita mau digembalakan. Yesus sebagai Kepala, DIA yang akan memenuhi segala keperluan kita.

Mazmur 23, 23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 23:2 Ia membaringkan aku  di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air  yang tenang; 23:3 Ia menyegarkan jiwaku.

  • Ia membaringkan aku di padang berumput hijau = Tubuh.
  • Ia membimbing aku ke air yang tenang = jiwa.
  • Ia menyegarkan jiwaku = roh

Tubuh, jiwa, dan roh, Tuhan pelihara.

Sebagai domba, seharusnya tidak kemana-mana, kalau bandel, selama mau digembalakan, tetap selamat. Akhir hidup yang paling menentukan.  Inilah bukti kasih dari gembala kepada domba-domba,  Yohanes 10:11Akulah gembala  yang baik . Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; 

Dan itu sudah dibuktikan melalui korban-Nya di kayu salib.

Tuhan Sebagai Gembala

Berikanlah  diri kita tergembala, perasaan takut, Tuhan berikan untuk menyelesaikan yang belum selesai, untuk berdamai. Berusaha untuk dikenal Tuhan, bukan hanya mengenal Tuhan. Sehinggan diakhir hidup, Tuhan kenal kita.

Melalui Tuhan sebagai Gembala, menemukan padang rumput.

Tuhan, sebagai Imam Besar

Ibrani 4:14-16,  4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung ,  yang telah melintasi semua langit,  yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.  4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian   menghampiri  takhta kasih karunia , supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Teguh berpegang pada Iman (pengajaran). tetap mau beribadah. Sebagai Imam Besar, DIA turut merasakan kelemahan kita. Seperti ketika Maria Magdalena menangis, Yesus pun turut menangis. Mungkin hidup kita nakal, tapi kalau tetap sebagai domba, Tuhan akan ubahkan, Tuhan akan menolong kita. Ini yang disebut kasih karunia.

Melalui Tuhan sebagai Imam Besar, menemukan kasih karunia.

Tuhan, sebagai Penjunan

Roma 9:20Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah?  Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:  “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?

Ciri manusia itu, suka membantah.

Yermia 18, ada 2 gumpalan tanah, supaya selamat dan supaya binasa. Sebenarnya Tuhan berniat baik, tapi karena tidak bertobat, Tuhan hukum.

18:4 Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. 18:5 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: 18:6 “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! 18:7 Ada kalanya Aku berkata tentang suatu bangsa dan tentang suatu kerajaan bahwa Aku akan mencabut,  merobohkan dan membinasakannya. 18:8 Tetapi apabila bangsa yang terhadap siapa Aku berkata demikian telah bertobat dari kejahatannya, maka menyesallah Aku bahwa Aku hendak menjatuhkan malapetaka  yang Kurancangkan itu terhadap mereka.

Jangan sampai kita disiapkan untuk kebinasaan melainkan kemuliaan.

Tuhan bertanggungjawab untuk membentuk kita.

Yesaya 35:1,2,3,8,10 Keselamatan bagi Umat Tuhan

35:1 Padang gurun  dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;  35:2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon   akan diberikan kepadanya, semarak Karmel  dan Saron;   mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah  kita. 35:3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut  yang goyah 35:8 Di situ akan ada jalan raya,  yang akan disebutkan Jalan Kudus ; orang yang tidak tahir   tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. 35:10 dan orang-orang yang dibebaskan  TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai,  sedang sukacita  abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh. 

RIP, Om Yus


[Catatan] Penampakan Yesus Ketiga (2)

Catatan  tanggal 10 April 2016, DW

Lanjutan catatan sebelumnya.

Jangan Meninggalkan Tuhan

penjalaKetika Petrus kembali kepekerjaan lama, dia tidak berpakaian. Artinya dia sudah meninggalkan pakaian keimamatannya, pakaian pelayanan. Petrus sudah meninggalkan kuasa kebangkitan Yesus. Janganlah kita meninggalkan jabatan keimamatan kita , karena di luar itu kita tidak akan mendapatkan apa-apa.

Tinggalah dalam kuasa kebangkitanYesus, karena di dalam DIA akan menghasilkan buah-buah. Tidak tinggal di dalam Yesus akan kehilangan banyak, seperti yang dialami Petrus, di dalam Yesus kita akan menerima, apapun yang kita minta, Yohanes 15:5-8.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak,  sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting   dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.  15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki , dan kamu akan menerimanya. 15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. 

Penyangkalan adalah memutuskan hubungan dengan Yesus dan akhirnya meninggalkan. Awalnya Petrus menyangkal, tidak kenal, dan akhirnya meninggalkan Yesus.

Seringkali kita kenal Yesus hanya di dalam gereja sedangkan di dunia hanya kenal iblis, dunia, dan kedagingan kita. Bisa jadi di gereja tidak nampak baik, tetapi begitu di luar gereja, di dunia, disitulah ujiannya.

Yesus dalam tubuh kebangkitan menyatakan diri-Nya sebagai Bapa, Bapa yang baik, karena dalam ayat ini ada kalimat, “Hai anak-anak…”. Soal anak, tentu kaitannya dengan soal warisan yang akan diberikan Bapa kepada anak-anak Nya.

Yesaya 54:7, Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan   engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.

Hanya sesaat, hanya 3 hari Yesus meninggalkan.  Yesus tidak lagi melihat kekurangan yang ada pada murid-murid, meskipun sudah meninggalkan Yesus.

Galatia 4:4-11, 4:4 Tetapi setelah genap waktunya,  maka Allah mengutus Anak-Nya,   yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 4:5 Ia diutus untuk menebus  mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima  menjadi anak.  4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya  ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa ! ” 4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris,  oleh Allah. 4:8 Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah,  kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. 4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah,   bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri  lagi  kepadanya? 4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.   4:11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.  

Jangan hanya kita mengenal Tuhan, tetapi dikenal Tuhan. Percuma jika hanya mengenal, jika Tuhan tidak kenal kita.

Petrus melepaskan jabatan pelayanannya, padahal jabatan itu diberikan oleh Yesus melalui kematian Yesus. Hargailah jabatan itu.

Kasih Bapa yang nyata dalam pelayanan. Jala Petru tidak koyak, padahal berisi banyak ikan, mampu mempertahankan jumlah yang banyak dari hasil kerjanya. Sebanyak 153 ekor ikan tidak ada yang lepas. Artinya tidak sia sia apa yang kita kerjakan jika bersama Yesus, khususnya dalam pelayanan. Jangan sampai seperti menaruh keyaaan dalam pundi pundi yang berlubang, sia-sia, bocor.  Hagai 1:6-14

1:6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit ; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang;   kamu minum, tetapi tidak sampai puas;  kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah,  ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! 1:7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah  keadaanmu! 1:8 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu   dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan  kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku  di situ, firman TUHAN. 1:9 Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya.   Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan,  sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. 1:10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya  dan bumi menahan hasilnya,   1:11 dan Aku memanggil kekeringan  datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung,  ke atas gandum, ke atas anggur,   ke atas minyak,  ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha.  1:12 Lalu Zerubabel   bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya  dari bangsa itu mendengarkan   suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah   bangsa itu kepada TUHAN. 1:13 Maka berkatalah Hagai,   utusan  TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: “Aku ini menyertai  kamu  , demikianlah firman TUHAN.” 1:14 TUHAN menggerakkan  semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak,  imam besar, dan semangat selebihnya  dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka.

Bersambung


(Catatan) Penampakan Yesus yang Ketiga (1)

Catatan Firman yang disampaikan oleh Hamba-Nya pada tanggal 10 April 2016.

Hati-hati dalam Perkataan

Penjala IkanYohanes 21:1-13 Ini adalah kisah nyata penampakan Yesus yang ketiga kali setelah Ia bangkit dari antara orang mati.

21:1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi  kepada murid-murid-Nya  di pantai danau Tiberias  dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.  21:2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas   yang disebut Didimus, Natanael  dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan .” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 21:4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.  21:5 Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”  21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu , maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.  21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.  21:8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 21:9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang  dan di atasnya ikan dan roti. 21:10 Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.”  21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 21:12 Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 21:13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.  21:14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya  sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Petrus melupakan jabatan yang Yesus berikan langsung kepada Petrus sebagai murid Tuhan, kembali kepada manusia lama. Sebelumnya pekerjaan Petrus adalah penjala ikan (Matius 4:18-20).   Matius 4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea,  Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus,  dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia .” 4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Sekarang Petrus ingin kembali menjadi penjala ikan. Meskipun sudah lama ikut Yesus, banyak menyaksikan mujizat, tetapi sirna, kembali ke manusia lama.

Kalimat Petrus  “Aku pergi menangkap ikan .”  pun juga mempengaruhi murid yang lain. Seorang pemimpin, punya kedudukan baik pemerintahan maupun perusahaan berhati-hatilan dalam perkataan, karena akan mempengaruhi orang lain. Seorang pemimpin harus bijaksana, jangan salah bicara, jaga tingkah laku. Karena apa yang dikatakan Petrus luar biasa pengaruhnya, memegang kendali, sehingga murid murid lain ikut juga. Ini yang dikatakan murid lain, “Kami pergi juga dengan engkau.” .

Contoh perkataan Petrus yang juga diikuti oleh murid murid lain adalah pada Matius 26:35, Kata Petrus kepada-Nya: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.

Bawahan hanya melihat atasan. Apa yang dikerjakan Petrus sangat berpengaruh. Petrus siap mati untuk Yesus dan murid lain mengatakan juga, tetapi mana hasilnya? gagal!.

Sebagai pemimpin, berhati-hatilah dalam berbicara.

Bersambung


[Firman] Kebangkitan Yesus (3)

Catatan ini lanjutan dari Firman yang disampaikan oleh Hamba-Nya, sebelumnya di sini

Ada 3 perkara keistimewaan Maria,

  1. Air mata Maria, Yohanes 20:11, Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
  2. Hati yang luka, karena merasa kehilangan,  Yohanes 20:13, Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? ” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.
  3. Kerinduan untuk bersekutu dengan Yesus dalam tubuh kebangkitan, Yohanes 20:15, Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Apa yang Yesus lakukan kepada Maria pun ada 3 perkara,

  1. Karena air mata Maria, membuat Yesus menampakan diri kepada Maria Magdalena (ayat 15).
  2. Karena hati luka Maria, membuat Yesus mengenal dengan baik Maria. (ayat 16, Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani:  “Rabuni!  “, artinya Guru.
  3. Karena kerinduan bersekutu dengan Yesus, membuat Yesus mengutus untuk bersaksi kuasa kebangkitan-Nya (Yohanes 20:17, Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku , sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

Kebangkitan-Nya,  dalam bersekutu dalam Penyembahan (yang ditandai dengan air mata, lihat point 1), bersekutu dalam Firman Pengajaran (lihat point 2), dan bersaksi (utus, lihat point 3) dalam suasana terang kaki dian emas.

Maria tidak melupakan kebaikan Tuhan, terlebih dengan pengalamannya dikuasai oleh 7 roh jahat. Lukas 8:2, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat.

Maria tidak pulang, melainkan pergi, menyaksikan kebangkitan Yesus, memperdamaikan seluruh bangsa.

Saat kebangkitan, Tuhan tidak melupakan Maria, Dia adalah Tuhan yang setia. I Korintus 1:9, Allah, yang memanggil kamu  kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Setia untuk memperdamaikan dosa seluruh bangsa.

(Selesai)

Bacaan lain, mengenai Agama, bisa dilihat di sini.

 

 

 

 


[Firman] Kebangkitan Yesus (2)

Catatan ini lanjutan dari Firman yang disampaikan oleh Hamba-Nya, sebelumnya di sini.

Soal PENGERTIAN  dalam Perjanjian Baru ada 3, yaitu:

  1. Mengerti, betapa kayanya kemuliaan bagi orang kudus. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya:  betapa kayanya kemuliaan bagian  yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, (Efesus 1:18).
  2. Mengerti, betapa hebat kuasa-Nya. Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, (Efesus 1:19).
  3. Mengerti, Dia sebagai Kepala yang memenuhi semua dan segala sesuatu apa yang menjadi kebutuhan kita.   Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala  dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu (Efesus 1:22-23).

Total, jika digabung dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru ada 7 point.

Ketika Maria mencapai kubur, Maria Magdalena menangis, karena merasa kehilangan untuk bersekutu dengan tubuh kebangkitan. Persoalan menangis ini yang tidak dilakukan oleh Yohanes dan Petrus. Sehingga Yesus menampakan diri hanya kepada Maria Magdalena, tidak kepada yang lain. Bukan Petrus, bukan juga Yohanes, murid  yang dikasihi, tetapi Maria yang justru pernah dikuasai roh jahat.

Kita tidak bisa memandang Yesus tanpa ada air mata penyembahan. Petrus dan Yohanes pulang dengan tidak mendapatkan apa-apa. Berbeda dengan Maria. Jangan sampai air mata penyesalan, seperti yang pernah  dialami  Petrus. Karena setiap tetes air mata, Tuhan taruh dalam kirbat-Nya. Meskipun awalnya kurang baik. “Aku melihat Tuhan” hanya diucapkan oleh Maria. Kelebihan air mata, bisa meluluhkan, meskipun tanpa perkataan.

Tuhan mengenal dalam segala keadaan kita di padang gurun (rusak, tidak baik). Hosea 13:5, Akulah yang mengenal engkau di padang gurun,  di tanah yang gersang. Itu sebabnya,  dikubur itu Yesus tidak menyebut Ibu kepada Maria, tetapi “Maria”.  Maria mengenal Yesus dan sebaliknya Yesus pun mengenal Maria. Jangan sampai pengiringan kita hanya mengenal Yesus sedangkan Yesus tidak mengenal kita.

Dia tahu luka hati Maria, luka hati kita.

Yohanes 20:12, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.  20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? ” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.  20:14, Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ,  tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.  20:15,  kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?  Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” 20:16 Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni! “, artinya Guru.

Malaikat (=kebenaran, kesucian). Maria menoleh ke belakang, seharusnya tahu, tetapi dia tidak tahu, seolah tidak mau dipisahkan dengan tubuh kebangkitan.

Kedudukan Maria berada di antara baris depan yaitu kebenaran, malaikat-malaikat  dan belakang, kemuliaan Tuhan Yesus sendiri.

Ini bagaikan pemulihan dari luka hati

Yesaya 58:8, Pada waktu itulah terangmu akan merekah  seperti fajar  dan lukamu akan pulih  dengan segera; kebenaran  menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.  58:9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil  dan TUHAN akan menjawab,  engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari  dan memfitnah,

Kita seringkali mengalami  luka hati, berada di tengah, sehingga luka hati dipulihkan kalau tetap menantikan sampai melihat.

Bersambung


Keanekaragaman Tulip di Keukenhof


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 84 pengikut lainnya