Secara tidak sengaja saya membuka page-nya, komunitas teori evolusi di sini, facebook.com/teori.evolusi. Sebuah page dari jejaring sosial, di mana saya pernah menjadi anggota di dalamnya untuk berdiskusi, yang kemudian diban (blokir) oleh para pengelolanya beberapa waktu lalu, seperti yang pernah saya ceritakan di sini.
Kemarin saya sempat melihat ada seorang yang menanyakan masalah saya tersebut, kenapa saya sampai diban, sebagaimana diskusi di page tersebut di bawah ini, yang saya copykan dari pagenya, http://www.facebook.com/teori.evolusi, sebagai berikut:
Chodirin San, 15 April 2012, “ Minta tanggapan dari pengelola. Beginikah cara bertindak pengelola? Membanned jika tidak mampu berargumentasi?
http://harjo.wordpress.com/2011/08/22/dibanned-dari-komunitas-teori-evolusi/
Kemudian pertanyaan tersebut ditanggapi oleh Karl Kanadi, 16 April 2012, seorang Founder and President Indonesian Atheist, “ Anda bisa lihat di sini bahwa ada banyak komentar2 dan argumen2 yg tidak diban karena isi argumennya, bahkan ada beberapa makian dan provokasi yg kami biarkan meski seharusnya diban. Hari Jo masih ada post2nya meski sudah agak lama beberapa bulan lalu, jawaban2 dari kami juga masih lengkap. Alasan seseorang diban hanyalah bila dia melakukan “trolling”, yakni tidak beritikad baik dalam berargumen, ditunjukkan dengan memberikan makian atau pernyataan2 tidak sopan menyerang personal, atau mengulang pertanyaan2 yg sama dan tidak menghiraukan jawaban yg telah diberikan. Kalau anda masih meragukan moderasi page ini, silahkan anda atau siapapun untuk copy paste dan post ulang argumen2 yg anda sebut membuat kami tidak mampu berargumentasi dan kami akan coba menjawabnya. Anda bisa post di thread ini ataupun buat thread baru di wall. Selama tetap diperhatikan cara penyampaian dan kesopanan dalam berdiskusi tentu tidak akan ada masalah”.
Kemudian, ditanggapi kembali oleh Chodirin San.
Chodirin San, 16 April 2012, ”Lantas apa alasan anda membanned atau memblokir pak hari? Kalo lihat history2 diskusinya dikompasiana dan di milis yahoogroups, tidak pernah saya dapati beliau melakukan makian, mengulang2 pertanyaan yg sama atau tidak menghiraukan jawaban atas diskusinya. Apalagi melhat track record pekerjaan beliau, sepertinya tidak mungkin melakukan hal2 bodoh seperti yg anda sebutkan.
Justru yang berisi makian dan provokasi itu yang sebenarnya bodoh, sehingga saya melihat cukup masuk akal jika tidak dibanned, karena di satu sisi akan merendahkan orang yg memaki tersebut dan disisi lain bisa jadi alasan untuk memamerkan bahwa pengelola sangat demokratis. Tapi saya tidak akan memperpanjang polemik ini. Saya hanya minta penjelasan kenapa sampai pak hari dibanned/diblokir. Thanks”.
Kemudian, direspon oleh Horas Halihi Raja.
Horas Halihi Raja, 17 April 2012, “Hari Jo dibanned atas keputusan beberapa pengelola, bukan karena makian atau kata2 kotor, tetapi karena tidak perduli dengan tanggapan/respon terhadap opininya dan ngotot bertahan walaupun sudah jelas2 respon2 tersebut menjawab argumennya. Hari Jo juga diajak melanjutkan diskusi di tempat lain, di profil masing2 yang ngajak, termasuk saya, tetapi dia malah ngotot telah menganggap dirinya ‘menang’ karena telah dibanned dari page ini, bagi saya sih lebih baik memaki2 daripada bersifat seperti itu hehehehe”
Kemudian ditambahkan oleh Karl Karnadi,
Karl Karnadi , 17 April 2012 “ ..kalau menurut anda demikian anda dipersilahkan untuk post ulang pertanyaan atau argumen yg dia nyatakan dan kami akan menjawabnya”.
Saya hanya ingin mengomentari atas diskusi tersebut.
- Saya diban dari page tersebut, karena memang para pengelolanya tidak mampu membantah terhadap fakta-fakta yang saya kemukakan di antaranya mengenai temuan fosil Eugene Dubois, mengenai Homo erectus.
- Saya tidak pernah memaki-maki dengan kata-kata yang tidak sopan, hal ini bisa dilihat dari setiap kalimat yang saya ungkapkan, saya tidak pernah berkata yang sifatnya memaki. Bisa dilihat di milinya evolusi yang dikelola oleh seorang penerjemah buku-buku bertema evolusi.
- Saya dianggap mengulang-ngulang, ngotot dan bertahan atas pendapat saya. Kalau memang benar begitu, bukankah pengelola bisa menjawab juga, tanpa harus memban. Apa yang dia lakukan menunjukan bahwa yang ngotot adalah pihak mereka, ngotot tidak mengakui kekurangannya, sehingga perlu mensterilkan pendapat yang berseberangan dari page tersebut. Apakah seperti itu, cara bederbat? bukankah katanya teori evolusi adalah teori ilmiah, sehingga ada ruang untuk diperdebatkan, benar tidaknya teori tersebut.
- Kata-kata kotor, memang diijinkan, seperti yang saya lihat pada diskusi saat ini berlangsung, tetapi selama jalannya diskusi itu mereka kuasai. Tetapi begitu tidak dikuasai, langsung disterilkan, mungkin akan bernasib sama.
Terakhir, sebetulnya kenapa sih saya berepot-repot berdebat, diskusi mengenai ini, yang sepertinya tidak akan ada habis-habisnya, membuang energi, memboroskan waktu?. Tujuan saya hanya satu, untuk mengimbangi informasi yang keliru, dari rimba raya di dunia maya. Salah satunya dari page tersebut, dan juga sosialisasi dari teman-teman yang bersikap atheis, dan menularkan ide-idenya melalui account di jejaring sosial tersebut.
Menurut saya atheis adalah soal kepercayaan, sama seperti Agama. Dan itu adalah hak siapapun, di mana saya tidak perlu untuk campur tangan atas urusan orang lain tersebut, dan itu harus dihormati. Tetapi saya merasa perlu mengingatkan, tentunya melalui tulisan-tulisan dan komentar saya, jika menjadi atheis itu karena menggunakan kendaraan teori evolusi ini. Teori evolusi adalah bidang kajian saya selama ini. Dan saya tahu betul di mana letak kesalahan dan awal mula kesalahan dari ilmu tersebut.
Dan pemikiran saya inilah, yang saya berusaha untuk tularkan kepada segenap pembaca, baik melalui blog, page, jejaring sosial dll. Salah satunya ada di http://kompasiana.com/harjo dan juga di sini. Sudah ada belasan artikel saya buat di sana. Tetapi sebagaimana keinginan dari Karl Karnadi dan Horas Halihi Raja yang dia kemukan di page tersebut, untuk mendiskusikan masalah tersebut, nyatanya hingga saat ini, belum ada argumen yang dia sampaikan, untuk membantah tulisan-tulisan saya tersebut.

















