Arsip Kategori: Catatan Perjalanan

Berapakah berat maksimal tas dibawa ke cabin pesawat?

Pagi ini, ada seorang anggota milis komunitas backpacker bertanya, berapakah berat maksimal tas yang diperbolehkan dibawa ke cabin pesawat?

Sebetulnya, hampir semua maskapai penerbangan, mensyaratkan bahwa,  bawaan di cabin maksimal adalah 7 kg, hanya untuk 1 tas kecil yang mudah ditenteng, tetapi tidak untuk koper.

Pengalaman saya, pernah sekali waktu ketika ke Australia, tanpa sengaja koper yang ada di belakang tas saya, tertarik sehingga koper itu jatuh. Walaupun ringan, tetapi permukaan koper itu keras sehingga kalau terjatuh dan menimpa kepala, bisa dibayangkan, apa jadinya?.

Beruntung ketika itu tidak mengenai kepala, hanya jatuh beberapa centimeter di belakang pramugari itu, ke bawah dengan suara yang cukup keras. Jadi, wajar, jika memasukkan koper ke cabin dilarang. Menurut saya memang cukup berbahaya.

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah,  jumlahnya, walaupun tidak mencapai 7 kg tetapi jumlahnya banyak, tetap akan kena teguran. Ada baiknya, tas yang kecil-kecil itu dimasukan ke dalam satu tas.

Selain itu, agar tidak membawa cairan di atas 100 ml, baik cair maupun kental. Pengalaman saya ketika ke China beberapa waktu yang lalu, memang tidak diijinkan, meskipun yang dibawa saat itu adalah madu, dan saya jelaskan madu itu untuk mengobati bibir saya yang jontor karena pengaruh suhu dingin di China pada bulan April 2010 yang lalu. Setelah beberapa waktu cukup lama, bernegosiasi hanya untuk sebotol madu, akhirnya petugas bandara itu pun memperbolehkan.

Tetapi intinya, membawa cairan di atas 100 ml memang tidak diperbolehkan.

Lalu bagaimana dengan membawa cairan berupa parfum atau  minuman atau sabun di bandara / dutyfree . Tidak masalah, carian tersebut bisa dibawa ke cabin.


Keanekaragaman Anggrek di Kebun Raya Bogor

Beberapa foto koleksi Anggrek di Rumah Anggrek, Kebun Raya Bogor.

     
 
   
     

Jajanan Kue di Pasar Subuh Senen

Detak perekonomian usaha rakyat (pengusaha kecil) sebetulnya bisa diamati, kalau kita mengunjungi pasar-pasar tradisional. Sore itu beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mengunjungi salah satu  sentra penjualan kue di pasar subuh Senen.  ”Pasar”  ini sebetulnya hanya bersifat sementara (dadakan), karena di lokasi yang sama ini, pagi dan siang harinya dihuni oleh para pedagang pakaian.

Sebetulnya masih banyak di sekitar Dejabotabek (Depok, Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi), sentra-sentra kue subuh, di antaranya seperti yang saya tahu:   Cinere, Blok M, dan mungkin masih ada tempat-tempat lain yang saya tidak tahu, tetapi yang saya kunjungi sore itu adalah pasar kue subuh Senen.  Lokasinya, berseberangan dengan Plaza Atrium Senen.

Suasana gegap gempitanya, kegaduhan  para penjual dan pembeli di malam hari itu ikut meramaikan suasana pasar itu. Beraneka kue basah maupun kering dari berbagai daerah numplek blek, di situ.  Harganya pun sangat murah. Keperluan-keperluan yang mendesak dan mendadak, seperti arisan, undangan rapat, dsb, nampaknya perlu untuk membeli kue di pasar ini. Di jamin murah, meriah dan banyak. Jadi, nggak perlu repot-repot bikin segala, yang pasti akan menghabiskan waktu dan tenaga.

Saya sendiri, sore itu sedang tidak ngeborong, hanya kebetulan lewat saja, tetapi saya sempatkan membeli satu persatu  kue yang ada di situ, untuk di makan sendiri. Lumayan, ok juga!


Lebih dekat dengan Setan Tazmania?

Kebanyakan kita mengenal “Tasmanian Devil”, hanyalah sebagai salah satu tokoh kartunnya  Looney Tunes, “The Tasmanian Devil”, atau “Taz”, yang suka iseng dan ngibulin orang lain. Wujud asli binatang ini, mungkin belum banyak yang melihat. Saya mencoba sedikit mendeskripsikannya.

Binatang ini bentuknya, mirip-mirip anjing, berwarna hitam, dan termasuk marsupialia karnivora terbesar. Dulunya, binatang ini terdapat di seluruh benua Australia, tetapi sekarang hanya menghuni Tasmania saja.

Keberadaan populasinya pun sudah sangat mengkhawatirkan, sensus terakhir yang dilakukan oleh Tasmania’s Departement of Primary Industries and Water pada tahun 1998 jumlahnya sekitar 10.000 – 100.000 ekor saja,  sehingga keberadaannya saat ini sangat dilindungi. Informasi lengkap mengenai hewan ini, bisa dibaca di sini, http://id.wikipedia.org/wiki/Setan_Tasmania

Saya jadi berpikir, mengapa binatang ini disebut  Setan Tasmania?  Tasmanianya, nggak masalah, tetapi kenapa ada kata setan di depannya?  Ada beberapa kemungkinan orang di sana menyebut seperti itu:  pertama, mungkin dari suara lolongannya yang mengerikan. Kedua, makanannya yang jorok, yaitu berupa bangkai binatang. Ketiga, aktif pada malam hari.

Lalu, kenapa sekarang populasinya sangat menurun drastis?  Dari informasi flyer yang saya peroleh di Healesviile Sanctuary, bahwa banyak hewan ini terkena serangan  tumor wajah, sehingga hewan ini menjadi kesulitan makan yang berakhir pada kematian yang jumlahnya tidak sedikit. Penelitian terakhir, menunjukkan bahwa tumor ini ditularkan ketika sesama Tasmania devil ini bertengkar. Sehingga sel kanker ini terimplantasi ke sel dari Tasmanian Devil  lainnya. Kalau begitu, apakah sel tumor ini bisa ditularkan ke manusia? Nggak bisa, karena mediumnya berbeda antara manusia dengan Tasmanian Devil. Kalau begitu, apakah sel kanker pada manusia bisa ditularkan ke manusia lain? Mengambil studi kasus seperti ini, kemungkinan iya. Nah …


Echidna, mamalia yang bertelur

Selama ini saya mengenal kelompok binatang monotremata  ini hanya di  buku-buku teks pelajaran Biologi,  belum pernah melihat wujud asli binatang ini. Beruntung, ketika berkesempatan backpacking ke Australia, saya menyempatkan  mengunjungi Healesville Sanctuary. Kawasan ini merupakan cagar alam bagi hewan-hewan khas Australia, yang jaraknya sekitar 2 jam perjalanan dari kota Melbourne.

Monotremata adalah kelompok hewan yang sangat unik dan lucu. Uniknya, hewan ini walaupun termasuk ke dalam mamalia, tetapi berbiak dengan bertelur. Meminjam bahasanya evolusionis, ciri-ciri tersebut membuat hewan ini tergolong masih dianggap primitive. Lucunya, karena bentuk tubuhnya yang imut, berjalan perlahan, sangat mudah untuk ditangkap  dan sangat menggemaskan.

Dari bentuk moncongnya, kita bisa duga bahwa hewan ini adalah pemakan semut dan rayap, yang tidak saya duga adalah kecepatannya dalam menangkap makanan, tergolong luar biasa. Sehingga tidak heran jika hewan ini diberi nama ilmiah Tachyglossus aculeatus yang artinyanya lidah cepat.  Echidna tidak mempunyai gigi, tetapi mempunyai lidah yang lengket  dan lebar. Echidna menghasilkan telur satu atau dua telur yang diletakan di kantung perut. Telur-telur tersebut akan menetas dalam 10 – 11 hari. Anak yang  dihasilkan tersebut dipelihara di dalam kantung hingga berumur 55 hari.

Untuk pertama kali binatang ini  dideskripsikan oleh George Shaw tahun 1792.  Klasifikasi lengkap species ini , menyusul.


Selamat Jalan Kakek

Hari ini, 28 Maret 2012, pkl 08.20, telah berpulang Kakek, Bapak mertua saya, Tutom Junella dalam usia 89 tahun, di Bogor. Dan siangnya, pkl 13.00 wib setelah di shalatkan di masjid dekat rumah, sudah dikebumikan di Pemakaman umum Kebon Pedes Bogor.

Kesabarannya dalam mengarungi kehidupan, semoga menjadi teladan bagi anak-anak yang ditinggilkannya.  Pastinya, Allah telah menyediakan tempat terbaik di sana.

 


Dua jempol untuk Dahlan Iskan

Saya termasuk salah seorang yang sangat mendukung, suka, atas apa yang dilakukan oleh Dahlan Iskan, beberapa hari yang lalu.  Minimal, apa yang dilakukannya, cukup mencairkan suasana manajemen pemerintahan yang dikelola secara priyayi, yang sangat membosankan.  Kita butuh kepemimpinan seperti itu, reaktif,  dalam memecah kebuntuan persoalan yang dihadapi bangsa ini.

Semoga saja, gerbang tol di Senayan khususnya, dan di seluruh pintu tol pada umumnya tidak lagi terjadi kemacetan, kemacetan panjang  yang kerap terjadi. Di daerah tersebut memang seringkali terjadi peristiwa seperti itu. Wajar jika, Dahlan pun murka, melemparkan kursi-kursi dari loket pintu gerbang itu.

Semoga saja karyawan itu tidak dipecat, lantaran ini, dan jauh-jauh hari sang menteri itu pun sudah mewanti-mewantinya,  karena yang dituju dari kasus ini adalah sang pemimpinnya, sebagai terapi kejut.   Bagus pak Menteri   :-)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.