Arsip Kategori: Buku

Kalau lagi suntuk, ini yang saya kerjakan

Kalau lagi suntuk, hal yang saya lakukan biasanya adalah ke toko buku.  Umumnya,  orang lain  mungkin dapat diatasi dengan mengopi, nongkrong di café sambil mendengarkan musik, dsb. Masalahnya saya kurang menyukai kegiatan tersebut. Saya lebih memilih ke toko buku.

Seperti siang ini, di saat jam istirahat kantor, karena dari sinilah  biasanya inspirasi muncul. Menjadi obat mujarab, ketika energy yang ada di dalam tubuh melemah, disorientasi, tidak jelas apa yang mau dikerjakan lebih dulu.

Rak demi rak saya susuri, rata-rata sudah pernah saya lihat judulnya, walaupun tidak pernah dibaca isinya. Penelusuran ini berhenti, ketika mata ini tertuju pada sebuah buku kecil warna hijau. Sebuah buku biografi Jeff Bezos, berjudul  “Dari Garasi Jeff Bezos mendirikan amazon.com”.   Tergolong  buku jadul sebetulnya, sering saya dengar kisahnya, tetapi baru kali ini melihat dan membaca bukunya. Padahal ada versi ebook nya yang gratis. Tetapi sekarang sudah mulai untuk membiasakan diri untuk tidak terus menerus di depan monitor. Mata saya sudah mulai cepat lelah, sehingga sepertinya perlu ke cara-cara konventional.

Sejak tahun 1995, Jeff mendirikan amazon.com, sebuah toko online yang semula hanya menjual buku sederhana, tetapi sekarang sudah menjadi toko online terbesar dunia, dengan berbagai macam barang dagangan yang super lengkap, seperti:  DVD, CD, software, pakaian, mainan, makanan, dan perhiasan.

Apa yang menyebabkannya berhasil, inilah yang saya coba cari tahu dari buku yang ditulis oleh Bernard Ryan  yang diterbitkan tahun 2005 itu.

Jeff berhipotesis bahwa, kunci keberhasilan penjualan menggunakan teknologi tinggi adalah menjual barang berteknologi rendah, seperti buku. Dan rupanya hipotesis tersebut terbukti.  Apa yang diakukan sukses luar biasa, sehingga pada tahun 1999 Jeff menjadi man of the year versi majalah Time.  Menjadi salah satu orang terkaya di dunia di usia 33 tahun.

Ketekunan, keahlian teknis, dan komitmen terhadap  kualitas yang dimilikinya adalah langkah selanjutnya, jika ingin usaha itu tetap berjalan.

Saya kira ini adalah pelajaran yang sangat berharga,sebuah inspirasi yang menyegarkan  di tengah-tengah maraknya penjualan online di saat itu, tetapi di lain pihak banyak juga yang berguguran.

Beberapa jam kemudian, handphone  saya tiba-tiba berbunyi, rupanya ada tagihan  untuk layanan webhosting saya di salah satu provider.  Rupanya ada benang merah, kenapa  tiba-tiba saya membaca buku itu, dikaitkan dengan pesan melalui SMS.

Semoga ke depannya  bisa lebih menekuni  salah satu bisnis yang satu ini.


Kiriman buku dari Kang Ocon “Panduan Hemat Keliling Australia”

Mungkin saat itu  saya lagi beruntung, sehingga tidak sengaja tebakan yang dilontarkan Kang Ocon di sebuah milis, berhasil saya jawab, dan betul … hehehe … Secara logika seharusnya sih pastinya Tibet, karena sudah beberapa dia kali bicara soat Tibet. Tetapi entah kenapa feeling saya koq sepertinya Australia.  Kebetulan juga saya memang sedang mencari-cari informasi untuk tujuan backpacker saya di tahun ini, Australia. Ya, Australia, tepatnya: Melborune, Sydney, Gold Coast dan Brisbane.

Buat saya, buku ini menarik, karena benar-benar memandu bagi yang ingin berjalan-jalan ke negeri Kangguru. Jadi, bukan buku catatan perjalanan (catper), yang biasanya melulu menceritakan hal pribadi yang enggak ada kaitan dengan rencana perjalanan kita nantinya.
Continue reading


Tinggal tekan tombol on/off saja

Sebetulnya sudah lama buku ini saya beli, yaitu sekitar bulan Juli, 2007. Kesibukan karena pekerjaan sehingga baru hari ini saya tuntaskan.  Menurut saya, buku ini sangat bagus, sebuah buku ilmiah popular, yang ditulis oleh Dr. Kazua Murakami.  Seorang ahli Genetika terkemuka yang telah berhasil memecahkan kode genetic Renin pada manusia. Beliau juga adalah pemenang Max Planck Research Award sekaligus pendiri Institut for The Study of the Mind-Gene Relationship.
Continue reading


Bookshelf

Harjo’s Bookshelf

  1. Lewis Wolpert, “The Miracle of Cells, Rahasia Kehidupan & Kecerdikan Sel”, Qanita, 2011
  2. Kazuo Murakami, “The Divine Message of The DNA, Tuhan dalam Gen Kita”, Mizan,  2007

 

 

 


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.