
Gambar: Rooney, setelah berhasil menjebol gawang Liverpool (sumber: bola.net)
Sebetulnya, kesukaan saya menonton sepak bola ini, hanya baru-baru ini saja, khususnya setelah kejuaraan sepak bola dunia tahun lalu. Dan lebih khusus lagi, setelah adanya reformasi di tubuh PSSI. Jadi, sangat, sangat terlambat, padahal ini adalah olahraga yang paling digemari sejagat.
Walaupun begitu, hobi baru ini, nggak terlalu ngotot juga, apalagi harus bela-belain nonton dini hari. Enggak dech …
Hanya kebetulan saja, jika kemarin saya berkesempatan menonton pertandingan antara Manchester United vs Liverpool, kebetulan sedang mengunjungi kakek dan neneknya anak-anak. Dan kebetulan ada pertandingan tersebut. Walaupun sempat berebutan saluran TV dengan anak-anak, akhirnya mereka mengalah.
Dan sebagai orang yang baru hobi menonton bola ini, inilah komentar saya atas pertandingan tersebut sbb :-)
- Saya baru tahu, ternyata ada juga ya, pemain yang menolak untuk bersalaman dengan salah seorang pemain MU, Patrice Evra. Padahal tindakannya adalah bukan saja tidak hormat terhadap Evra, melainkan juga bentuk ketidakhormatan kepada sepakbola, sekaligus mempermalukan klubnya sendiri, Liverpool. Wajar akhirnya, dia menerima banyak kecaman dari berbagai pihak.
- Tindakan Suarez (belakangan saya baru tahu nama ini) ini juga dibalas oleh Rio Ferdinan, bek MU. Walaupun tindakannya adalah hanya sebagai sikap yang sebetulnya wajar, karena kesalahan Suarez. Tetapi, bukankah ini bertolak belakang dengan iklannya dia di Intersport bahwa, “ini bukan soal drama …”. Nah loh, gimana dong …
- Saking bernafsunya, dimenit-menit awal ini kedua kesebelasan sudah bermain dengan tensi yang amat tinggi. Menyebabkan terjatuhnya si Ferdinan ini. Bukan jatuhnya yang jadi sorotan tulisan ini. Hanya saja, apa dia nggak pakai celana dalam ya? Sampai nonjol begitu
Sampai-sampai, sorotan camera pun menjadi kehilangan focus …
Kalau dia menonton tayangan ulang, pasti malu tuh dia. - Yang saya heran, si Ronney ini,hebat juga dia, walaupun badannya tidak aerodinamis tetapi kemampuannya menciptakan goalnya, luar biasa.
Saya nggak bisa ngebayangin jika kasus-kasus tersebut ada di Indonesia, pastinya akan rusuh. Inilah yang menyebabkan mengapa saya kurang begitu suka dengan sepakbola. Karena identik dengan kekerasan. Bagaimana kita bisa menikmatinya kalau sudah begitu? Dan kekisruhan di PSSI pun nampaknya masih berlanjut juga.
Payah dech … Sekarang sudah terlanjur cinta.















Februari 13th, 2012 at 4:21 am
kalu saya suka gan nonton bola dari dulu tapi sampai sekarang saya gak punya club paforit…
mengomentari no 1.. menurut saya sangat tak pantaslah seorang bintang bersikap begitu… no 3.. wah wah agan ini jeli juga ya hehe.. udah layak jadi komentator gan…
Februari 16th, 2012 at 4:05 pm
Iya, saya sih baru aja mau nge-favoritin Barca, eh … kalah
Jadi, untuk sementara belum punya club favorite lagi.
Februari 13th, 2012 at 4:37 am
itulah “drama” …yg tidak hanya terjadi didalam kehidupan tetapi juga dalam dunia olahraga…selalu menarik utk diikuti dan tentunya menjadi sebuah pembelajaran yang sangat berarti buat kita sbg individu….
Februari 16th, 2012 at 4:06 pm
Iya, mungkin bagian dari permainan juga ya Bens …
Februari 13th, 2012 at 11:01 am
Saya juga baru suka setahun belakangan ini Mas, setelah nonton Chelsea di standford bridge. Walaupun waktu kecil sebenarnya saya suka bola. Tapi karena persepak bolaan kita ribut terus saya malas…. :
http://dherdian.wordpress.com/2011/05/16/chelsea-vs-birmingham-city-i/
Februari 16th, 2012 at 4:07 pm
Rupanya, ada teman juga nih …
sama-sama penggemar bola yang telat.
Btw asyik juga ya, nonton bola di sarangnya
Februari 13th, 2012 at 8:25 pm
aku jarang nonton mereka, seringnya cuma Bundesliga
Februari 16th, 2012 at 4:09 pm
Liganya Jerman ya Mbak …
Saya masih kebolak balik antara Liga Inggris, Prancis, Itali … masih bingung dengan club nya
Februari 15th, 2012 at 6:32 am
komentarnya bagus mas.. sayang, saya tidak sempat nonton..
Februari 16th, 2012 at 4:09 pm
Ngeledek ya …