Semalam, kerja sampai pagi lagi … padahal sebelumnya sudah berkomitmen untuk tidak lagi mengerjakan dokumen proyek sampai pagi. Harus sudah disiapkan jauh-jauh hari. Nyatanya masih saja … sepertinya sudah terbiasa untuk bekerja di last minute
Gara-garanya? Kesalahan nomor proyek yang ditulis di jaminan penawaran, sehingga harus dibuat ulang, sementara itu providernya sudah tutup, sedangkan besok harus segera diberikan.
Sederhana, tetapi cukup untuk menggugurkan proses tender. Walaupun peraturan sekarang hal sepele begitu tidak menggugurkan, tetap saja akan dipemasalahkan mengingat sebagian instansi saat ini masih belum, dan baru mau akan memasuki peraturan baru. Jadi, masih off line, belum secara LPSE murni.
Walaupun last minute, semoga saja proyek mendigitalisasi dokumen ini menang. Sebab ini proyek berbiaya rendah, walaupun marginnya kecil, tetapi akan banyak merekrut banyak karyawan baru. Punya nilai sosial dan perlu. Soal digitalisasi dokumen sepertinya sekarang ini sebuah pekerjaan yang sedang banyak peminatnya. Banyak kantor, sangat membutuhkan jasa ini, ketimbang harus memiliki gudang yang penuh dengan tumpukan dokumen yang belum tentu akan dilihat setiap saat.
Bandingkan dengan jika dokumen itu dialihkan ke dalam bentuk didital, pastinya akan lebih praktis, pencarian dokumen pun akan lebih mudah. Sejatinya perusahaan modern akan meng-outsourcekan pekerjaan ini. Kalau cuma ratusan lembar atau ribuah lembar, tentu hal yang mudah untuk dilakukan oleh staf karyawan tersebut. Tetapi kalau dokumen itu sudah mencapai ratusan ribu lembar? Lebih baik perusahaan itu fokus saja pada bidang yang digeluti, sedangkan alih media ini serahkan pada perusahaan yang memang fokus dibidang tersebut.
Tertarik dengan bisnis ini? Atau ada yang mebutuhkan digitalisasi dokumen?















Februari 9th, 2012 at 11:53 am
Filenya dalam bentuk .pdf mas? Ratusan ribu lembar? Wuih banyaknyoo…. *mikir*
Februari 12th, 2012 at 1:31 pm
Iya, itu pekerjaan untuk 10 bulan …