Jenis-jenis tender dan sifat kontrak

Sebelumnya  saya hanya bermain sebagai  subkon dari sebuah perusahaan di Bandung pada proyek Mobile Community Access Point, MCAP, Depkominfo diakhir tahun 2009.   Tetapi kali ini saya benar-benar ingin ikut tender “beneran”.   Masih belajar, jadi saya masih tidak tahu, sulitkah, ikut tender?.  Jadi, kali ini  saya coba untuk belajar mengenal tender, memahami  prosedur dan administrasinya.

Tulisan ini mungkin akan berseri, karena apa yang saya tulis hanyalah mencoba memahami pekerjaan ini dengan cara menuliskannya.

Pengadaan barang dan jasa yang biasanya ditenderkan, terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  1. Pengadaan barang. Barang yang dimaksud biasanya berupa barang jadi, atau setengah jadi.  Seperti: pengadaan keperluan kantor, kendaraan, pengadaan seragam, dsb.
  2. Pengadaan jasa konsultasi. Jasa konsultasi yang dimaksud biasanya terkait dengan keahlian seseorang dalam hal jasa pengawasan dan perencanaan konstruksi, seperti: arsitek. Dan juga nonkonstruksi, seperti: jasa kesehatan, pendidikan, dsb.
  3. Pengadaan jasa pemborongan. Jasa pemborongan ini biasanya terkait dengan benda-benda tidak bergerak, seperti: pembangunan gedung, perbaikan jalan raya, jembatan, perumahan, penggalian kabel, dsb.
  4. Pengadaan jasa lainnya. Yang termasuk kelompok ini biasanya adalah meliputi jasa service komputer, cleanning service, percetakan, keamanan, dsb.

Sedangkan dari sifat kontraknya, ada beberapa yaitu:

  1. Kontrak lump sum. Jenis kontrak ini bersifat tetap dan pasti. Pemenang tender harus menyelesaikan kontrak pengadaan barang dan jasa sampai pekerjaan tersebut selesai sesuai dengan jangka waktu penyelesaian yang sudah ditentukan. Apabila ada risiko  dalam penyelesaian pekerjaan tersebut menjadi tanggungjawab pemenang tender.
  2. Kontrak harga satuan.  Jenis kontrak ini bersifat tetap dan pasti, berdasarkan harga satuan pekerjaan dengan spesifikasi tertentu. Sehingga pembayarannya dilakukan atas dasar pengukuran bersama atas volume pekerjaan.
  3. Kontrak gabungan lumpsun dan harga satuan. Jenis kontrak ini, merupakan gabungan antara lumpsum dengan harga satuan.
  4. Kontrak terima jadi. Jenis kontrak ini, seluruh pekerjaan diselesaikan dengan waktu tertentu sampai kontruksi dan peralatan penunjang lainnya dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
  5. Kontrak persentase. Jenis kontrak ini, pelaksana kontrak atau pekerjaan pemborongan tersebut akan menerima imbalan jasa berdasarkan persentase nilai pekerjaan konstruksi.
  6. Kontrak tahun tunggal. Jenis kontrak ini, pelaksanaan pekerjaannya mengikat dana anggaran untuk satu tahun masa anggaran negara.
  7. Kontrak tahun jamak. Jenis kontrak ini, pelaksanaan pekerjaan mengikat dana anggaran untuk satu tahun lebih masa anggaran negara dengan persetujuan pejabat pemerintah.
  8. Kontrak pengadaan tunggal. Jenis kontrak ini, dilaksanakan oleh satu kontraktor untuk menyelesaikan proyek dalam waktu tertentu.
  9. Kontrak pengadaan bersama. Jenis kontrak ini, dilaksanakan oleh  beberapa kontraktor untuk menyelesaikan proyek dan waktu tertentu secara bersama berdasarkan kesepakatan.

Saya akan tetap menulis tentang seputar tender ini, selama  masih belum menang  :-)

About these ads

3 responses to “Jenis-jenis tender dan sifat kontrak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: