Menjelang lebaran ini, saya masih dinas di Lampung. Namanya juga kuli :-) lagi pula pekerjaan ini memang merupakan proyek saya, karena saya sendiri yang mengusulkan ke Management untuk diterapkan di Lampung. Sehingga mau tidak mau pekerjaan ini memang harus saya tangani sendiri yang dibantu oleh staf di kantor cabang tersebut.
Di sela-sela kesibukan, pada hari Minggu pagi itu (28/9), seorang rekan saya, Ari Teguh, menelepon saya dan ngajak jalan ke Pring Sewu untuk suatu urusan. Dia tahu kalau saya memang hobbynya jalan-jalan
, makanya ketika dia ajak, saya langsung setujui. Di Pringsewu tidak lama, hanya sekitar 1 jam saja, selanjutnya baru kami meluncur ke sebuah kawasan wisata, bendungan Batutegi.
Sekedar informasi, bahwa bendungan Batutegi adalah merupakan bendungan yang tertinggi di kawasan se-Asia Tenggara. Terletak di Kabupaten Tanggamus, sekitar 90 km sebelah Barat Bandar Lampung. Bendungan ini dibuat sejak tahun 1995 dan diresmikan pada tahun 2004 oleh Presiden Megawati. Bendungan ini ditopang oleh 2 sungai, yaitu: Sungai Way Seputih dan Way Sekampung.
Terus terang, yang namanya kawasan bendungan menurut saya adalah tempat yang kurang menarik, tidak alami. Walaupun begitu, tetap merupakan sebuah perjalanan yang bisa saya nikmati. Karena merupakan lokasi yang baru pertama kali ini saya kunjungi. Jadi bukan karena bendungannya, tetapi karena pertama kalinya
Kabarnya pembangunan bendungan ini menelan korban jiwa sebanyak 13 orang. Ya, saya lihat nama-nama mereka yang tertulis di monumen di lokasi yang tidak jauh dari turbin pembangkit listrik tersebut. Bendungan tersebut ternyata saat ini sedang kekurangan debit air. Volume air yang biasanya memenuhi hingga ke bibir tanggul, kini nampak sangat menjauh. Sehingga tidak ada lagi air yang dapat dialirkan ke turbin tersebut. Mati. Mubajir.
Upaya petugas untuk membendung, agar air dapat masuk ke terowongan ternyata menurut seorang penduduk yang kebetulan saya temui, katanya diprotes warga di bawahnya, karena ketiadaan air yang mengalir ke wilayah mereka.
Hari sudah semakin sore dan hujan rintik-rintik mulai turun, akhirnya kami bergegas ke mobil dan kembali pulang ke kantor.
Temen2 saya kalo gak salah pernah survey ke hutannya (yang tidak hutan lagi itu). Emang jangan berharap masih ada gajah atau harimau, tapi burungnya lumayan lho….
air di batutegi keadaanya tidak stabil, itu disebabkan oleh manusia2 yang tidak bertanggung jawab.
hutan yang gundul tidak dapat lagi menyerap air.