Kali ini postingan saya mengenai parfum …J kayak cewek ya? Sekali-sekali enggak apa-apalah. Soalnya kebetulan kemarin, saya sempat “cek dan ricek” dengan toko penjual parfum. Sebab parfum yang biasa saya pakai sejak tahun 1998 itu, ternyata semakin lama wanginya semakin berkurang. Jika dulu, sekali semprot saja sudah cukup, sekarang perlu 3 kali semprot baru tercium. Kenapa? Atau jangan-jangan palsu?.
Dijelaskan oleh siempunya toko, bahwa yang menanyakan hal tersebut bukan saya saja, banyak. Menurut mereka, sama seperti petugas sampah. Karena setiap hari dia bekerja di situ, sehingga tidak tercium bau yang sebenarnya sudah membusuk tersebut. Berbeda dengan kita, dari jauh saja sudah tercium bau tak sedap sampah tersebut. Hal yang sama dengan parfum, karena sudah terbiasa menggunakan merek dan jenis tersebut, sehingga wangi tersebut tidak tercium lagi. Hidung sudah tidak peka lagi, terhadap wewangian merek tersebut.
Jika sudah mengalami seperti itu, menurut mereka, sudah waktunya untuk mengganti parfum tersebut dengan merek lain. Suatu hal bertolak belakang dengan prinsip saya ketika menggunakan parfum pertama kali tersebut. Seharusnya wangi parfum identik dengan ciri seseorang. Ketika orang menutup mata dan seseorang lewat di depannya, hanya dengan mencium wangi parfum, orang tersebut bisa menebak dengan tepat, siapa yang lewat tersebut.
Dari pada enggak PD (percaya diri) dengan bau asem, apa boleh buat, mulai hari ini saya harus mengganti parfum. Ketika harus mengganti inilah, yang membuat saya agak bingung. Mau pakai merek apa?. Keanekaraman jenis parfum saat ini luar biasa, bahkan akhir-akhir ini ada yang mengkait-kaitkan dengan orang terkenal, seperti: David Beckham Intimately for Men demikian juga dengan artis-artis wanitanya (J.Lo, dengan Glow dan Live nya; Sarah Jessica Parker dengan lovelynya dan covet; Britney Spears dengan Curious dan Fantasy; Paris Hilton dengan just me dan heiressnya; dst, tentu tidak perlu saya kasih contoh lagi kan?). Entar dikira pemilik blog ini cewek beneran
Dari beberapa merek dan jenis yang disodorkan oleh si penjual, pilihan saya akhirnya jatuh pada Escape, dari Calvin Klein. Selamat tinggal Etienne Aigner, Statement.
Sudah 10 tahun kita lalui bersama, namun karena keadaan, membuat kita harus berpisah.
Bagaimana pengalaman Anda dengan parfum?
kalau masih ada sisanya yg lama jangan dibuang Pak. sayang
. 10 tahun bersama tega ninggalin.. ? ck ck ck.
Kalau parfum saya ?
Hmmm sabun harmony + rexona + aroma kretek …
(nah macam itu lah aroma saya …)
(ada yang bilang macho sangat …)
(tapi banyak pula yang justru mau muntah jika dekat saya …)
bisa pinjam g parfumnya??
Ada dua aroma wewangian yang saya suka, citrus dan woody. Di pagi hari setelah mandi, semprot saja tubuh ini dengan parfum aroma citrus, hmmm….segar rasanya.
Wah kalo menurutku sich ga usah ganti parfum, setia ja ma parfum itu, Biasanya ni kalo ganti parfum dari jauh orang ga akan mengenali anda karna wanginya beda
Coba kirim ke saya via email parfumnya, mas. Sayang parfum legendaris, sudah terbukti selama 10 tahun
btw, baru tahu ternyata parfum bisa resisten terhadap tubuh juga, ya.
Kenapa gak bawa istri buat milih parfum? Gabungan feromon dan parfum itu lho….
parfum yang cocok dan sesuai dengan selera saya, ndak perlu yang bermerk bintang2 terkenal, hanya membeli nama mereka saja
parfum saya……
bedak BB, bikin ketek makin tebel
Coba : Eau de Parfum Allure for Men dari Chanel, baunya lembut dan bertahan hingga esok harinya walau di udara lembab.
Sebenernya yang namanya parfum itu baunya kuat sekali. 1 tetes saja bisa mengharumkan ruangan. Harganya juga mahal sekali.
Eau de Parfum: kadar parfumnya agak berkurang. Sekali semprot, wanginya bertahan lama dibadan/baju, sering baju yang sudah dicuci pun masih berbau wanginya parfum itu. Harganya lebih murah dari parfum.
Eau de Toilette: kadar parfumnya lebih berkurang lagi. Harganya juga lebih murah dari Eau de Parfum.