Tanggal 12 May 2007 yang lalu saya berkesempatan mengunjungi Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Daerah yang dikelilingi oleh pegunungan Kartz yang unik dan menarik. Alfred Russel Wallace (1823 – 1913) dalam bukunya “Archipelago Malay” yang pernah berkunjung ke sini, menyebut daerah ini sebagai The Kingdom of Butterfly.
Tetapi sayang, ketika saya berkunjung kesana hanya menjumpai tidak lebih dari hitungan jari jumlah kupu-kupu yang berseliweran. Bisa dimaklumi, mungkin karena saya datang pada jam yang tidak tepat, pkl 13.00 wib. Dan juga waktu yang tidak tepat. Menurut penjaja kupu-kupu awetan, biasanya kupu-kupu akan banyak sekali dijumpai pada Bulan Agustus. Sehingga saya hanya cukup puas hanya dengan melihat koleksi kupu-kupu awetan yang dipajang sepanjang jalan keluar kawasan Taman Nasional tersebut. Keberadaan kupu-kupu, erat kaitannya dengan kualitas lingkungan. Berkurangnya jumlah kupu-kupu, sebagai indikator semakin buruknya lingkungan habitat tersebut.
Di dunia, tercatat terdapat 20.000 jenis kupu-kupu. Di Indonesia, tercatat ada sekitar 1.600 jenis kupu-kupu, 50 persen di antaranya endemik, yaitu hanya ada di Indonesia. Dan 19 jenis di antaranya di lindungi. Di Taman Nasional Bantimurung, saat ini tercatat ada sekitar 147 jenis kupu-kupu yang masih menghuni kawasan tersebut. Dan 4 jenis di antaranya yang dilindungi, yaitu : Troides hypolitus, Troides Helena, Troides halipron, dan Chetosia myrina.
Indonesia disebut-sebut memiliki sumber daya alam yang luar biasa, bahkan dikenal sebagai megadiversity. Tetapi sayang, seringkali kekayaan alam yang ada, tidak dimanfaatkan secara optimal. Justru orang asinglah yang lebih banyak memanfaatkan kekayaan alam negeri kita. Kita patut merasa iri, dengan apa yang dilakukan oleh negara tetangga kita, dia bisa memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyatnya, yang bahkan di antara komoditinya sebagian besar justru berasal dari Indonesia, coba saja lihat di http://www.leppidio.com. Apakah kita tidak bisa menjual sendiri? Semoga hal ini menjadi pemicu untuk bisa berbuat sesuatu, khususnya untuk diri saya sendiri.
Semoga kita tidak lagi menjadi penonton, bagi kebanyakan peneliti asing yang sibuk hilir mudik meng-eksplorasi kekayaan alam Indonesia, dengan mengatasnamakan penelitian.
ya…saya mengetahui bahwa Bantimurung adalah surganya kupu-kupu justru dari orang Jepang. Saya ikut bangga, tapi rasanya perlu kesadaran dari kita , warga negara indonesia untuk ikut membangun dan melestarikan alam yang kaya ini.
EM
Mas Hari ini betul-betul penjelajah dunia dech .. coba saya bisa seperti Mas Hari, pasti senang sekali.
Sepakat Mas, kita memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah namun kurang menyadari potensi yang ada untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya ..
“Kupu-kupu yang lucu, ke mana engkau terbang ..”
mas heri, kebetulan aku tertarik sama perjalanan anda ke raja ampat dan ujung kulon.
boleh saya minta tolong?
saya ingin mendapatkan rincian rute perjalanan , estimasi biaya dan info tempat menginap di 2 tempat tersebut.
info by e-mail ke
niko_734@yahoo.co.id
terima kasih sebelumnya yah
rgds
nick oei
“Semoga kita tidak lagi menjadi penonton, bagi kebanyakan peneliti asing yang sibuk hilir mudik meng-eksplorasi kekayaan alam Indonesia, dengan mengatasnamakan penelitian.” –> Persis seperti apa yang saya rasakan selama ini, dan mungkin juga apa yang teman-teman semua rasakan.
Bravo tulisannya. Kapan-kapan pergi bareng yah
Djohan
http://flashpackerindonesia.wordpress.com
http://wandergeek.wordpress.com
http://wandergeekindonesia.wordpress.com
Halo Mas Harjo,
Saya mau tanya perincian perjalanan ke Bantimurung (biaya, tempat penginapan, transportasi selama di sana).
Bisa minta tolong dikirim informasinya ke email saya di arigo75@yahoo.com
Terima kasih
Ade
Mendengar kata kupu-kupu, ingatan saya langsung tertuju pada ibu Sud, sosok pencipta lagu yang melegenda. Karyanya selalu dinyanyikan dari generasi ke generasi. Suatu lagu yang melegenda lahir tidak begitu saja, ia memerlukan renungan yang dalam. Dari pengamatan di sekitar akhirnya ada dorongan untuk menulis lagu.
Widyaswara ingin juga mengikuti jejak ibu Sud. Dengan karya yang sudah populer di lingkungan sekolah, ia ingin membagi kecerian itu melalui lagu ciptaanya seperti aku rindu, rumahku istanaku, ulang tahun dan bangun pagi. Demo lagu tersebut dapat didengar di http://www.widyaswara01.blogspot.com
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih
Ingin sekali saya menjadi seorang “naturalis”,dan saya ingin sekali belajar tentang seluk-beluk kupu-kupu.Tolong referensikan saya,buku apa yang harus saya baca.Atau website lainya dimana saya bisa pelajari dunia kupu-kupu dan kumbang.
Matur Nuwun
knpa gak d tampilkan ragam kupu2 nya?
Makasih infonya…sy pengen banget ke bantimurung liat kupu2…sdh sejak kecil liat bukunya kupu2 begitu byk sekali tyt di Indonesia…dah tua gini br mau kesana…tp denger2 sdh punah…aaah sempat kecewa kr cita2 dah sekian puluh tahun hehehe….pas browsing2 tyt ada yg bilang kalo memang bln Agustus spt di blog ini…makasih dah melengkapi info yg sy inginkan….Indonesia….bgt kaya…..
heheheheheheh
lain kali buatkan yang lebih bagus ea. . . . . .